POJOKSATU.ID – Belakangan ini kasus kematian mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah ramai disorot publik.

Seperti diketahui, Odilia Aleta Davena berakhir tragis usai menjadi korban kecelakaan sebuah truk tronton.

Yang mana, mahasiswi ITB tersebut ditabrak hingga tewas saat berkendara di kawasan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Baca Juga: KemenpanRB Tegaskan Belum Ada Kepastian Final CPNS 2025, Berita Ditiadakan Tidak Benar

Usut punya usut, sopir truk yang menabrak Odilia Aleta Davena hingga meninggal dunia ini diduga mengemudi secara ugal-ugalan.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @k70211006 pada Jumat (6/6/2025).

Dalam unggahannya, sang pemilik akun menyebutkan bahwa penyebab kematian Odilia tidak lain karena kesalahan sang sopir truk.

Baca Juga: 3 Poin Penting Soal Seleksi CPNS 2025 dari Kemenpan RB yang Wajib Kamu Tahu Sekarang!

“Kecelakaan di nangor, depan Unpad (Universitas Padjadjaran), almahrum itu mahasiswi ITB,” jelasnya.

“Seperti biasa pasti truk ugal ugalaan atau mau nyalip pdhl nangor itu jalan kecil,” lanjut cuitanya.

Lebih lanjut, dugaan ini turut diperkuat lagi dengan pernyataan pengguna akun media sosial lainnya.

Baca Juga: Profil Odilia Aleta Davena, Mahasiswi ITB yang Tewas Usai Ditabrak Truk di Jatinangor Dikenal Berprestasi

Yang mana, pemilik akun @boovernment menyebutkan bahwa kematian Odilia ini tidak lain dikarenakan kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebab, lokasi yang menjadi TKP insiden tersebut dinilai sangat tidak ideal menjadi lalu lintas di sekitaran kampus.

“Tapi sejujurnya masih belum ngerti kenapa dulu Jatinangor dipilih jadi area buat dibangun kampus-kampus besar,” jelasnya.

Baca Juga: Kisah Mang Pei, ART yang Berkurban Sapi Bareng Ketua DPRD Karawang

“Jalanan depan kampus dan jalanan yang jadi tempat mahasiswanya berkegiatan bener-bener jalan nasional, jalan utama penghubung antar kota,” lanjutnya.

“Gelap kalau malam, banyak kendaraan besar, pada ngebut, ga ada fasilitas yang proper kayak trotoar atau fasilitas penyebrangan,” imbuhnya. ***