POJOKSATU.ID – Kasus kebakaran di Kendari, Sulawesi Selatan yang tewaskan tiga balita belakangan ini kian menarik perhatian publik.
Seperti diketahui, sebanyak tiga balita ZK (1), NM (3), dan NW (3) telah jadi korban dalam insiden tersebut.
Yang mana, satu balita lainnya berinisial SN (4) masih menjalani perawatan lantaran kondisinya yang kritis.
Baca Juga: Pemkot Bandung Minta Waktu Tangani Krisis Sampah Secara Bertahap
Usut punya usut, total kerugian material dari insiden kebakaran itu disinyalir mencapai Rp250 juta.
Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Jumat (9/5/2025).
Dalam artikelnya, kerugian itu dikonfirmasi mencapai ratusan juta rupiah usai banyaknya fondasi rumah yang hancur.
Baca Juga: ITB Resmikan Gerai Kantin Multikampus Berkonsep Ramah Lingkungan
“Akibat kebakaran rumah tersebut ditaksir kerugian material mencapai Rp250 juta,” jelas dikutip dari artikel.
Kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh Humas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari, Martoyo.
Yang mana, Martoyo menuturkan bahwa kebakaran itu terjadi setelah dirinya menerima laporan dari warga pada saat siang hari.
Baca Juga: SPMB Blitar 2025 Resmi Dibuka, Kuota Terbatas Demi Pemerataan Mutu Pendidikan
Mengetahui laporan tersebut, pihak Damkar Kendari sontak bergegas ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Saat itu juga kami langsung lakukan persiapan dan menurunkan tim pemadam, pada pukul 14.30 WITA,” jelasnya.
“Sampai di TKP pukul 14.30 WITA, yang diberangkatkan dua armada kebakaran, satu unit Mobil Rescue (penyelamat) dan satu mobil ambulans,” tuturnya.
Setibanya di lokasi, para petugas damkar sontak bergegeas menyelamatkan korban yang tengah terjebak di dalam ruangan.
Kendati demikian, upaya tersebut gagal lantaran dua balita telah diterpa kobaran api dari dalam rumah.
“Api semakin membesar, sehingga dua balita (Najma dan Zaki) meninggal dunia hangus terbakar,” teranganya.
Baca Juga: Hadapi Libur Panjang Waisak, KAI Daop 2 Bandung Operasikan KA Lodaya Tambahan
Diketahui, insiden ini bermula ketika sang ibu pergi membeli makanan dengan pacarnya pada Selasa (6/5/2025).
Tidak lama setelah ibu korban pergi, rumah yang ditinggalkannya itu tiba-tiba saja dilahap oleh kobaran api.
“Pada saat kebakaran, AD (pacar ibu korban) sedang bersama pacarnya, SK, membeli makanan,” jelas dikutip dari portal Pojoksatu.id.
“Dan juga terlihat membeli bensin sebelum kembali ke rumah dan menemukan rumah mereka sudah terbakar,” lanjut laporan artikel.
Berdasarkan informasi beredar, penyebab kebakaran ini tidak lain lantaran kondsi rumah yang kerap kali mengalami gangguan daya listrik.
Sedangkan, informasi beredar lainnya menyatakan bahwa pemicu kebakaran itu terjadi tidak lain karena korban bermain korek api.
Baca Juga: SPMB Jakarta 2025: Tahapan, Jalur Pendaftaran, dan Tips Agar Sukses Diterima
Namun, hal ini masih ditelusuri lebih lanjut oleh pihak kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran itu terjadi. ***



