POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus eks pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) kian memanas.

Seperti diketahui, OCI yang kerap kali tampil di Taman Safari Indonesia ini tengah ramai diperbincangkan publik.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai adanya dugaan eksploitasi hingga perbudakan terhadap para eks pemain sirkus OCI.

Baca Juga: Siapa Eks Anggota DPR yang Rumahnya Terbakar di Surabaya? Kini Disorot Publik Usai 7 Unit Mobil Mewah Hangus Dimakan Api

Menyikapi hal ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) minta kasus tersebut segera diproses melalui jalur hukum.

Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Sabtu (18/4/2025).

Dalam artikelnya, permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Uli Parulian Sihombing.

Baca Juga: Wagub Jabar Minta Pemerataan Perguruan Tinggi Swasta di Seluruh Daerah

“Komnas HAM meminta agar kasus ini diselesaikan secara hukum atas tuntutan kompensasi untuk para mantan pemain OCI,” ucapnya.

Seperti diketahui, kasus ini mencuat usai eks pemain sirkus OCI memberikan pernyataan di Kantor Kementerian HAM pada Selasa (14/4/2025).

Yang mana, salah satu di antaranya bernama Butet, mengaku diperbudak hingga dipaksa tampil saat hamil.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Swasembada Jagung jadi Penggerak Ekonomi Desa

“Kalau main saat show tidak bagus, saya dipukuli. Pernah dirantai pakai rantai gajah di kaki, bahkan untuk buang air saja saya kesulitan,” jelasnya.

“Saat hamil pun saya dipaksa tetap tampil. Setelah melahirkan, saya dipisahkan dari anak saya, saya tidak bisa menyusui,” lanjutnya.

“Saya juga pernah dijejali kotoran gajah hanya karena ketahuan mengambil daging empal,” imbuh Butet.

Baca Juga: Tim Gabungan Pemprov Jabar Temukan Pelanggaran Berat, Tambang Ilegal di Bojongpicung Cianjur Ditutup

Menyikapi hal ini, pendiri Taman Safari Indoneisa Tony Sumampau bersitegas membantah tudingan tersebut.

“Sama sekali tidak benar. Kalau memang itu benar kejadiannya karena tahun 1997 itu kan ada yang melapor,” jelasnya.

Tidak hanya itu, salah satu pendiri Taman Safari Indonesia ini juga menjelaskan pernyataan yang disampaikan para korban hanya bualan semata.

Baca Juga: Catat! Inilah Dokumen Wajib untuk Aktivasi Rekening PIP 2025 Anda!

Sebab, dirinya mengaku bahwa tidak mungkin ada manusia yang hidup apabila disiksa bertubi-tubi seperti penjelasan para eks pemain sirkus tersebut.

“Itu sama sekali apa yang disampaikan kayaknya tidak masuk di akal juga gitu ya. Seperti dipukul pakai besi,” jelasnya.

“Mati mungkin kalau dipukul. Jadi nggak benar itu hanya, apa, suatu difitnahkan seperti itu. Nah itu kan akan kita klarifikasi juga,” imbuhnya. ***