POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus Sales Promotion Girl (SPG) Kosmetik, Yulianti (26) kian menarik perhatian publik.
Seperti diketahui, SPG Kosmetik asal Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan itu dikabarkan telah meninggal dunia.
Yang mana, dirinya meninggal usai melakukan tindak asusila dengan cara bunuh diri di dalam kamar kos kawasan Belitang, OKU Timur.
Baca Juga: Diduga Depresi Gegara Hamil, SPG Kosmetik di OKU Timur Ditemukan Tewas Bunuh Diri Dalam Kos
Usut punya usut, Yulianti diduga sempat ancam sang kekasih yang disebut sebagai pemicu dirinya melakukan aksi gantung diri.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @MS_NOBODY_REAL pada Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga: BRI Pastikan Layanan E-Channel Siap untuk Kelancaran Transaksi Lebaran
Dalam unggahannya, SPG Kosmetik itu disebut sempat memberikan sebuah ancaman kepada kekasihnya melalui pesan singkat.
Yang mana, hal ini dilakukan korban sebelum dirinya melakukan aksi nekat bunuh diri di dalam kamar kosnya.
“Sesaat sebelum gantung diri, Yuli masih sempat melakukan selfie di Hp (Handphone) miliknya,” jelas dikutip.
“Dan dikirim ke nomor pacarnya sebagai bentuk ancaman dan tertulis ‘Bukti Cintaku’,” lanjutnya.
Namun, kekasihnya itu sama sekali tidak menanggapi pesan yang disampaikan oleh SPG Kosmetik tersebut.
Hingga saat ini, ponsel milik kekasih korban diketahui masih belum memberikan tanda terkait keaktifannya.
Diketahui, insiden ini terkuak usai pengurus kos bernama Rusmini (30) curiga dengan keberadaan korban pada Selasa (18/3/2025).
Sebab, korban saat itu tidak kunjung menanggapi pesan yang disampaikan oleh pengurus kos tersebut.
Oleh karena itu, Rusmini yang mengetahui hal tersebut sontak meninjau korban di dalam kamar kosnya.
Baca Juga: Terkait Teror Kepala Babi, Redaksi Tempo Buat Laporan ke Bareskrim Polri
Namun, pengurus kos tersebut justru dikejutkan dengan penampakan sebuah rambut di jendela kamar Yulianti.
“Rusmini mencoba untuk menghubungi korban via WA (WhatsApp), namun tak kunjung direspon karena ponsel korban dalam keadaan tak aktif,” jelas dikutip.
“Rusmini yang penasaran lalu menyambangi kamar korban, namun saat melintas didepan kamar korban Rusmini melihat rambut Yuli yang menjuntai keluar jendela,” lanjutnya.
Baca Juga: Kronologi Kasus Yulianti, SPG Kosmetik di OKU Timur Tewas Bunuh Diri Diduga Depresi Gegara Hamil
Mengetahui hal tersebut, Rusmini sontak meminta bala bantuan penghuni kos untuk mengecek kondisi kamar korban.
Setelah kamar dibuka, para saksi ini sontak terkejut melihat sosok Yulianti yang sudah dalam keadaan mengenaskan.
Yang mana, SPG Kosmetik itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lantaran tergantung di teralis jendela.
Mengetahui hal ini, Rusmini selaku saksi dalam kasus tersebut sontak melaporkan kejadian ke Belitang I.
Dari hasil penyidikan, Yulianti dikonfirmasi melakukan aksi bunuh diri lantaran diduga depresi ditinggal sang kekasih.
“Hasil pemeriksaan, korban dinyatakan murni bunuh diri dengan cara gantung diri, tanpa ada tanda-tanda kekerasan fisik,” jelasnya.
Baca Juga: PDIP Jabar Minta Pemprov Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran
“Dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan, korban diduga mengalami tekanan emosional karena masalah pribadi dengan pacarnya,” lanjutnya.
Ditambah, Yulianti ditinggal diduga dalam keadaan mengandung seorang bayi dari hasil hubungan badan dengan terduga pelaku.
Terlebih, kekasih SPG Kosmetik itu diketahui merupakan sosok pria yang sudah memiliki seorang istri. ***



