POJOKSATU - Aksi peternak sapi lokal yang membuang susu sapi di Jateng hingga Jatim pekan lalu jadi perhatian Kementerian Pertanian (Kementan).
Tak kurang dari 200 ton susu sapi dibuang oleh peternak sebagai bentuk protes karena hasil produksi mereka tak bisa diserap oleh industri pengolahan susu di Indonesia.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pun menggelar rapat tertutup pada Senin 11 November 2024 dengan Mensesneg, Asosiasi Peternak Sapi Perah, Pimpinan Industri Pengolah Susu dan Importir Susu untuk menindaklanjuti kasus kurangnya serapan produk dari petani lokal.
Agenda pertemuan tersebut adalah mengubah Perpres yang nantinya bisa meningkatkan serapan produk susu sapi lokal oleh industri pengolahan susu sehingga bisa mengurangi angka impor susu dari luar negeri.
"Industri wajib menyerap produk susu dari penternak lokal," ujar Mentan dikutip dari Antara oleh Pojoksatu.id.
Mentan menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapat lampu hijau atas permintaan mereka kepada Mensesneg, Prasetiyo Hadi untuk merevisi Perpres tersebut.
Baca Juga: PEMBAHARUAN KURIKULUM, Coding dan AI Jadi MAPEL PILIHAN di Sekolah, Masuk di Kurikulum SD atau SMP
Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas kerjasama antara peternak sapi perah lokal dan ndustri pengolahan susu agar bisa mengambil sebanyak mungkin susu sapi dari dalam negeri untuk diolah.
Dalam konferensi persnya, Mentan menambahkan bahwa tidak hanya sebatas menekan angka impor, namun nantinya bakal diadakan pembinaan kepada para peternak sapi lokal.
Hal ini demi meningkatkan kualitas produksi susu sapi dalam negeri dan memprioritaskan hasil ternak lokal untuk diambil kecuali susu yang memang sudah rusak atau terkontaminasi.
Diharapkan, seiring dengan program tersebut nanti berjalan, kualitas serapan susu sapi lokal bisa diprioritaskan industri pengolah susu dan mengurangi kerugian yang dialami peternak.
Pertemuan antara Mentan, Mensesneg dan pihak industri pengolah susu hari ini merupakan agenda yang terbilang darurat mengingat para peternak susu sudah kadung 'gagal' panen.
Dalam aksi-aksi yang digelar para peternak susu sapi di Jateng dan di Jatim pekan lalu, mereka mengeluhkan keputusan pihak industri pengolah susu yang menolak produk susu sapi segar yang terlalu banyak sehingga membuat kerugian yang terlalu besar.
Para peternak sapi perah pun melakukan protes salah satunya dengan aksi 'mandi' menggunakan susu hasil panen mereka.***



