POJOKSULSEL, MAKASSAR - Beredar rekaman video rombongan jemaah calon haji (JCH) kloter 14 Embarkasi Makassar mengaku terlantar di Arab Saudi.
Video berdurasi 54detik itu beredar di grup WhatsApp. Seorang perempuan merekam suasana JCH kloter 14 asal Luwu Utara dan Luwu Timur, Sulsel yang berada di lobby hotel. Sementara koper koper berada di pelataran hotel.
Perempuan yang merekam video itu kemudian menyampaikan kepada seorang JCH laki-laki untuk berbicara ke kamera. Katanya, rekaman itu akan dikirim ke provinsi.
JCH laki-laki itu kemudian meminta tolong sembari menyampaikan bahwa mereka berasal dari kloter 14 UPG dari Luwu Utara dan Luwu Timur terlantar di Arab Saudi.
"Minta tolong pak kami dari Luwu Utara kloter 14. Jadi tolong semoga dari pihak provinsi Sulsel untuk perhatikan jamaah haji kloter 14, Luwu Utara dan Luwu Timur, sekarang terlantar di Arab Saudi, Tabe," kata JCH laki-laki dalam rekaman video itu.
Benarkah terlantar?
Video penjelasan ketua Kloter 14 Embarkasi Makassar pun beredar di media sosial. Pada video berdurasi 2 menit 26 detik Ketua Kloter 14 Ahwan memberikan penjelasan terkait beredarnya video JCH kloter 14 yang mengaku terlantar di Arab Saudi.
"Di sini saya akan menjelaskan bahwa yang dilihat di vidio itu, itu adalah proses pemindahan jamaah satu rombongan, hanya satu rombongan dari hotel Frontel yang dipindahkan ke Hotel Taiba Front,"kata Ahwan dalam video tersebut.
Lebih jauh Ahwan menjelaskan, pemindahan satu rombongan sudah disepakati oleh PPIH kloter dan sektor dan seluruh ketua rombongan beserta ketua regu.
Alasan pemindahan satu rombongan kloter 14 Embarkasi Makassar dari hotel Frontel Al Harithia ke hotel Taiba Front adalah untuk lebih mendekatkan JCH ke Masjid Nabawi Madinah. Sebab, Hotel Taiba Front hanya berjarak 50 meter dari Masjid Nabawi.
"Sementra rombongan lain sudah menempati hotel Taiiba Sweet dengan alasan kami dipindahkan dari Frontel adalah untuk menyatukan mereka di Taiiba Front sehingga koordinasi kami mudah dan lebih mendekatkan jamaah melaksanaan ibadah di Masjid Nabawi," ungkap Ahwan.
"Kalau menyampaikan bahwa kloter 14 diterlantarkan itu sama sekali tidak benar, cuma ini proses pemindahan mereka dari hotel yang di sebelah ke hotel yang lebih mendekati Masjid Nabawi," katanya.
(fadli/pojoksulsel)



