POJOKSATU.ID - Kemensos kini tengah melakukan pergeseran besar dalam pola pemberian bantuan kepada masyarakat rentan di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa indikator keberhasilan instansinya bukan lagi seberapa banyak bantuan yang tersalurkan.

Melainkan seberapa banyak masyarakat yang berhasil keluar dari kemiskinan.

Strategi utama yang diusung adalah pemberdayaan sosial yang terintegrasi untuk mendorong Keluarga Penerima Manfaat mencapai titik graduasi atau kemandirian.

Baca Juga: Hasil Seleksi Kompetensi Kopdes Segera Rilis! Cek Jadwal dan Tahapan Tambahan KDKMP dan KNMP di Sini.

Pemerintah tidak main-main dalam mematok target, di mana sebanyak 380.000 keluarga diharapkan mampu mandiri secara ekonomi setiap tahunnya.

Selain itu, terdapat penambahan target signifikan pada Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi yang menyasar 150.000 penerima manfaat baru.

Untuk mendukung ambisi besar tersebut, anggaran yang dikucurkan pun mengalami peningkatan drastis menjadi ratusan miliar rupiah.

Fokus utama dari kebijakan ini adalah memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan memiliki dampak jangka panjang yang terukur.

Baca Juga: Sinyal Kuat Pembukaan CPNS 2026, Pilihan Tahun 2026 Sudah Tersedia di Menu Cari Lowongan SSCASN

Gus Ipul menekankan bahwa proses bisnis dalam program pemberdayaan ini harus disederhanakan agar lebih cepat dirasakan oleh masyarakat.

Keterlibatan pemerintah daerah serta kementerian terkait lainnya juga menjadi kunci utama dalam menyukseskan skenario pencapaian target ini.

Dengan sisa waktu yang tersedia di tahun berjalan, seluruh jajaran Kemensos diminta bergerak cepat melakukan langkah konkret di lapangan.

Transformasi ini diharapkan dapat memutus rantai ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini akan menjadi bukti nyata kinerja pemerintah dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat dari level terbawah.***