POJOKSATU.ID – Kemensos bergerak cepat memberikan pendampingan bagi keluarga almarhum Randika Alzatria Syahputra (28), pria asal Sumatera Selatan yang ditemukan meninggal dunia di sebuah teras rumah kosong di Cilacap, Jawa Tengah, pada Oktober 2025 lalu.
Meski sempat viral dengan narasi meninggal akibat kelaparan, hasil investigasi medis dan kepolisian mengonfirmasi bahwa Randika wafat karena penyakit kronis yang dideritanya, bukan karena kurang pangan.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa kehadiran Kemensos bukan sekadar memberikan bantuan materi.
Baca Juga: Mau TPG Guru Cair ke Rekening Tiap Bulan? Pahami Tanggal Penting ini!
Melainkan pendampingan psikososial agar keluarga yang ditinggalkan bisa menata kembali masa depan mereka.
Tim Kemensos berhasil menelusuri keberadaan ibu kandung korban, Rina Susanti, di sebuah kontrakan di Kabupaten Bogor.
Sebagai orang tua tunggal, Rina selama ini berjuang menghidupi anak bungsunya dengan membuka jasa laundry kecil-kecilan.
Kondisi serupa dialami Nadya, adik kandung Randika, yang tinggal tak jauh dari sang ibu.
Baca Juga: Berbagai Daerah TPG Guru Cair, Bukti Tunjangan Guru Siap Dicairkan Tiap Bulan!
Ekonomi keluarga Nadya pun sedang terguncang setelah suaminya menjadi korban PHK.
Mengenai sosok Randika, Rina bercerita bahwa putranya memang hidup berpindah-pindah sebagai juru parkir dan sulit dihubungi sejak 2022.
Ia juga membenarkan bahwa Randika mengidap batuk kronis sejak lama, namun selalu menolak saat diajak berobat.
Randika ditemukan wafat pada 17 Oktober 2025 di Desa Sampang, Cilacap.
Selain hasil medis yang menyatakan tidak ada tanda kekerasan, sebuah buku catatan ditemukan di dekat jenazahnya.
Buku tersebut berisi rekaman perjalanan hidup Randika sebagai musafir dan pesan terakhir agar dirinya diantarkan ke rumah sang nenek di Palembang.
Kini, buku catatan tersebut telah diserahkan kepada sang ibu sebagai kenangan terakhir dari perjalanan panjang putra sulungnya.***




