POJOKSATU.ID - Suara dentuman misterius yang terdengar di wilayah Bandung Raya pada Sabtu dini hari langsung memicu kegemparan di tengah masyarakat.

Bunyi misterius yang terngiang sejak pukul 00.30 hingga 05.00 WIB tersebut memicu beragam spekulasi liar di media sosial.

Merespons kepanikan publik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Bandung bergerak cepat melakukan investigasi mendalam.

BMKG langsung memeriksa seluruh parameter data pemantauan untuk mencari tahu muasal suara dentuman yang mengejutkan warga tersebut.

Baca Juga: Kapan Gerhana Matahari Total 2027? Cek Tanggal dan Negara yang Masuk Jalur Totalitas

Setelah melakukan evaluasi menyeluruh, pihak Stasiun Geofisika Bandung memastikan bahwa suara dentuman itu sama sekali tidak berkaitan dengan aktivitas gempa bumi.

Data seismik di wilayah Bandung dan sekitarnya berada dalam kondisi tenang tanpa adanya potensi kegempaan pada rentang waktu kejadian.

Selain faktor kegempaan, BMKG juga memeriksa kondisi atmosfer serta tingkat kelistrikan udara di seluruh wilayah Jawa Barat.

Hasil pantauan alat pendeteksi petir menunjukkan intensitas kilat di Bandung Raya tergolong sangat rendah dan tidak signifikan.

Baca Juga: Wajib Punya Growth Mindset! Begini Syarat Rahasia Jadi Kepala Sekolah di Sulawesi Barat

Kondisi cuaca lokal pun terpantau cerah tanpa adanya indikasi fenomena cuaca ekstrem yang bisa memicu suara dentuman keras.

Isu yang mengaitkan dentuman tersebut dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga langsung dipatahkan oleh pihak BMKG.

Meskipun Gunung Anak Krakatau memang menunjukkan peningkatan aktivitas, kecil kemungkinan gelombang suaranya merambat hingga ke Bandung Raya.

Arah angin yang bertiup konsisten dari Timur ke Barat justru menghalangi potensi perambatan suara erupsi menuju wilayah Bandung.

Dengan begitu, sumber suara misterius yang terdengar berjam-jam tersebut diduga kuat berasal dari faktor lain yang masih misterius.***