POJOKSATU.ID - Indonesia dikenal secara global sebagai salah satu negara megabiodiversity terbesar di dunia.

Bentangan kepulauan dari Sabang hingga Merauke menjadi rumah bagi ribuan flora dan fauna endemik yang unik dan tidak dapat ditemukan di belahan bumi lainnya.

Namun, seiring dengan meningkatnya aktivitas manusia, perubahan fungsi lahan, serta perdagangan ilegal, keberadaan satwa-satwa eksotis ini kian terancam punah.

Untuk mencegah kepunahan tersebut, Pemerintah Indonesia melalui berbagai instansi penegak hukum dan konservasi secara ketat menetapkan daftar satwa yang dilindungi.

Baca Juga: HPCI Cikarang Rayakan Perjalanan Delapan Tahun Lewat Family Gathering Penuh Kebersamaan di Bogor

Langkah hukum ini mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Kehutanan, berikut adalah 8 satwa unik dilindungi yang perlu kita kenali bersama:

1. Tapir Tenuk (Tapirus indicus) Merupakan spesies tapir terbesar di dunia dan satu-satunya yang berasal dari Asia.

Karakteristik fisiknya yang khas berupa pola warna hitam dan putih membuatnya sangat unik sekaligus rentan punah akibat hilangnya habitat hutan hujan tropis Sumatra.

Baca Juga: Mahasiswa IPB Belajar Langsung Budidaya Ikan Bioflok di Aeri Farm, Kenali Teknologi Hemat Air untuk Perikanan Modern

2. Anoa Gunung (Bubalus quarlesi) Satwa endemik asal Pulau Sulawesi ini menyerupai kerbau namun dengan ukuran tubuh jauh lebih kecil (sering disebut kerbau kerdil).

Keberadaannya sangat rentan karena laju perburuan liar yang tinggi.

3. Duyung (Dugong dugon) Sebagai mamalia laut pemakan lamun (seagrass), duyung memegang peran penting dalam memelihara keseimbangan ekosistem pesisir.

Polusi laut dan kerusakan padang lamun menjadi ancaman utama bagi keberlangsungan hidupnya.

4. Kakatua Putih (Cacatua alba) Burung endemik dari kepulauan Maluku Utara ini dikenal karena kecerdasannya dan bulu putihnya yang menawan.

Keindahan ini sayangnya kerap dieksploitasi untuk perdagangan peliharaan ilegal skala internasional.

5. Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) Spesies kasuari terkecil yang mendiami belantara Papua.

Meskipun disebut kerdil, mereka memiliki kaki yang sangat kuat dan berperan vital sebagai penyebar biji-biji pohon hutan berukuran besar.

Baca Juga: Begal Didominasi Remaja, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan: Kami Tidak Akan Pura-Pura Aman

6. Beruang Madu (Helarctos malayanus) Jenis beruang terkecil di dunia yang hidup di hutan tropis Sumatra dan Kalimantan.

Beruang madu sering kali terjebak dalam konflik lahan dengan manusia akibat habitat mereka yang kian menyusut.

7. Trenggiling (Manis javanica) Mamalia bersisik unik ini merupakan hewan yang paling sering diselundupkan secara global untuk diambil sisik dan dagingnya.

Padahal di alam liar, trenggiling berjasa besar mengendalikan populasi semut dan rayap.

8. Kukang (Nycticebus coucang) Primata nokturnal bergerak lambat yang sering kali disukai karena penampilannya yang menggemaskan.

Mitos keliru terkait khasiat tubuhnya dan eksploitasi sebagai hewan peliharaan membuat populasi kukang terus merosot tajam.

Baca Juga: Menguak Tewasnya Dokter Alex Kristo PPDS RSUD Siak, Ada Memar di Kepala Akibat Benda Tumpul

Menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga konservasi semata.

Keberhasilan pelestarian ini sangat bergantung pada kepedulian kita bersama untuk menolak membeli, memelihara, atau memperdagangkan satwa yang dilindungi.

Mari kita lestarikan alam Indonesia agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan kekayaan bumi Nusantara.***