POJOKSATU.id — Aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, kembali memasuki babak baru setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) meninggalkan lokasi.
Pergantian konsentrasi massa terlihat pada Kamis (27/8/2026) siang.
Setelah massa dari Pati membubarkan diri, sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat bergerak menuju gerbang utama Gedung DPR/MPR RI.
Sekitar pukul 14.40 WIB, massa gabungan dari sejumlah kampus dilaporkan mulai merapat ke kawasan parlemen.
Di antaranya mahasiswa Universitas Terbuka (UT), Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Universitas Pamulang, serta elemen masyarakat lainnya.
Baca Juga: Di Tengah Demo 27 Agustus, Warga Pilih Bersihkan Sampah yang Berserakan di Depan Gedung DPR
Pergerakan tersebut membuat konsentrasi aksi kembali dipenuhi kelompok mahasiswa.
Jumlah massa yang bergerak pada sore hari diperkirakan mencapai 200 hingga 250 mahasiswa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengatakan massa mahasiswa tersebut bergerak menuju kawasan DPR untuk melanjutkan aksi.
“Untuk massa lebih kurang bergeser antara 200 sampai dengan 250 mahasiswa,” ujar Budi.
Kepolisian kemudian melakukan pengamanan dan pengaturan di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Aparat memastikan pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung tertib.
“Kami akan kawal secara bersama agar aspirasi ini dapat tersampaikan dengan baik, aman, damai, dan sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.
Baca Juga: Bantuan Logistik untuk Massa Demo DPR Kembali Tertahan, Boleh Masuk tapi Harus Jalan Kaki
Aksi Tak Berhenti Setelah Massa Pati Bubar
Sebelumnya, massa AMPB meninggalkan kawasan DPR setelah mendapatkan respons dari pimpinan DPR terkait tuntutan yang mereka sampaikan.
Salah satu tuntutan yang menjadi perhatian adalah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Pimpinan DPR disebut memberikan komitmen untuk mendorong penyelesaian RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026.
Setelah massa AMPB membubarkan diri, aksi kemudian berlanjut dengan kedatangan kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.
Baca Juga: Water Cannon Polisi Disiagakan di Gatot Subroto Jelang Demo Besar 27 Agustus di DPR
Kondisi ini menunjukkan bahwa demonstrasi 27 Agustus tidak berlangsung dalam satu gelombang massa saja.
Pergeseran kelompok yang datang membuat situasi di sekitar gedung parlemen terus berubah sepanjang hari.
Lintas Kampus dan Organisasi
Aksi mahasiswa kali ini juga memperlihatkan keterlibatan sejumlah kampus dan organisasi dengan latar belakang berbeda.
Selain UT, BSI, dan Universitas Pamulang, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) sebelumnya menyatakan akan membawa konsolidasi mahasiswa dan masyarakat sipil dalam aksi di depan DPR.
GERAM menyebut terdapat 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam konsolidasi tersebut. Sejumlah elemen yang disebut antara lain Universitas Terbuka, UNUSIA, Universitas Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia, serta kelompok masyarakat sipil.
Baca Juga: Demo DPR 27 Agustus Hari Ini, Jalan Tak Ditutup Total: Ini Ruas yang Berpotensi Dialihkan Polisi
Koordinator Aksi GERAM Ahmad Mixel mengatakan aksi tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai penyampaian pendapat di jalan.
“Aksi pada 27 Agustus 2026 ini bukan sekadar penyampaian pendapat biasa di jalanan, melainkan bentuk pertanggungjawaban dan pengawasan publik terhadap DPR RI,” kata Mixel.
Dengan keterlibatan berbagai elemen, isu yang dibawa dalam rangkaian aksi juga cukup beragam.
Tidak hanya menyangkut persoalan politik, tetapi mencakup pendidikan, ekonomi, ketenagakerjaan, demokrasi, hingga pemberantasan korupsi.
GERAM, misalnya, membawa sejumlah tuntutan yang mencakup pendidikan dan kesehatan gratis, penurunan harga kebutuhan pokok, perlindungan pekerja rumah tangga, demiliterisasi, penghentian kriminalisasi aktivis, serta penyitaan aset hasil korupsi.
Baca Juga: Besok Mau Beraksi, Polisi Bubarkan Paksa Massa Demo 27 Agustus dari Gedung DPR Rabu Malam
Gedung DPR Jadi Titik Konsolidasi
Pergerakan mahasiswa lintas kampus tersebut menjadikan kawasan Gedung DPR/MPR RI kembali menjadi titik konsolidasi berbagai kelompok pada Kamis sore.
Di satu sisi, massa membawa tuntutan masing-masing. Di sisi lain, aparat kepolisian melakukan pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Dinamika ini membuat demo 27 Agustus 2026 tidak berhenti ketika satu kelompok massa meninggalkan lokasi.
Kelompok mahasiswa lainnya justru melanjutkan konsentrasi dengan membawa agenda dan tuntutan yang lebih beragam.
Hingga sore hari, pengamanan di sekitar Gedung DPR/MPR RI masih dilakukan seiring dengan pergerakan massa yang terus berlangsung.



