POJOKSATU.id — Perkembangan teknologi telepon seluler membuat perangkat yang sehari-hari digunakan untuk berkomunikasi kini memiliki fungsi yang lebih luas.

Di sejumlah negara, ponsel bahkan dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan peringatan kepada masyarakat ketika terjadi bencana alam maupun kondisi darurat.

Peringatan tersebut dapat diterima langsung pada perangkat seluler masyarakat yang berada di wilayah tertentu.

Baca Juga: Rangkuman Materi TKA Matematika SMA, Jangan Lewatkan Konsep Geometri, Pahami Hitungan Bentuk, Sudut Hingga Ruang

Informasi yang disampaikan dapat berkaitan dengan berbagai ancaman, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan hingga keadaan darurat lainnya.

Salah satu teknologi yang digunakan untuk keperluan tersebut adalah cell broadcast.

Teknologi ini memungkinkan otoritas mengirimkan pesan peringatan secara bersamaan kepada perangkat yang berada dalam wilayah tertentu tanpa perlu mengetahui nomor telepon masing-masing penerima.

Baca Juga: Bupati Aep Tegaskan Sekolah Tak Diliburkan, Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Tipis

Jepang menjadi salah satu negara yang telah memiliki sistem peringatan bencana melalui berbagai saluran, termasuk perangkat seluler.

Pemerintah Jepang menggunakan J-Alert untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi darurat kepada masyarakat.

Peringatan yang berkaitan dengan gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem dan ancaman lainnya dapat diteruskan melalui sistem komunikasi yang tersedia.

Sistem peringatan gempa juga memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dalam waktu singkat setelah aktivitas seismik terdeteksi.

Baca Juga: Abu Vulkanik Mulai Merambah Bandung Raya, Bupati Dadang Supriatna: Jangan Sok Kuat Tanpa Masker

Sementara itu, Amerika Serikat memiliki Wireless Emergency Alerts atau WEA yang digunakan untuk menyebarkan informasi darurat kepada perangkat seluler.

Sistem tersebut memungkinkan pesan dikirim berdasarkan lokasi sehingga masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak dapat menerima peringatan lebih cepat.

Informasi yang disampaikan dapat mencakup tornado, banjir bandang, cuaca ekstrem, gempa bumi dan berbagai keadaan darurat lainnya.

Baca Juga: Ombusdman Desak Imipas Evaluasi Tata Kelola Lapas dari Pungli dan Narkoba

Korea Selatan juga menggunakan sistem peringatan darurat yang dapat muncul langsung pada ponsel masyarakat.

Pesan yang diterima dapat berisi informasi mengenai gempa bumi, hujan lebat, gelombang panas, kualitas udara serta kondisi lain yang berpotensi membahayakan.

Peringatan tersebut dapat disesuaikan dengan wilayah terdampak sehingga masyarakat dapat segera mengambil langkah antisipasi.

Baca Juga: Sudah Lebih 24 Jam Bandara Soetta Ditutup Imbas Anak Krakatau, Terbaru Sampai Jam 18.00 WIB

Di Taiwan, pemerintah memiliki Public Warning Cell Broadcast Service atau PWS yang digunakan untuk menyebarkan peringatan kepada pengguna ponsel.

Sistem ini dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai gempa bumi, tsunami dan kondisi darurat lainnya.

Penggunaan teknologi cell broadcast memungkinkan pesan peringatan dikirimkan secara bersamaan kepada banyak perangkat yang berada di area tertentu.

Australia juga memiliki sistem Emergency Alert yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat ketika terjadi keadaan darurat.

Baca Juga: Delapan Bandara Kena Imbas Abu Anak Krakatau, Status Siaga Tetap Bertahan

Sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan peringatan terkait bencana seperti kebakaran hutan dan banjir maupun ancaman lainnya.

Pesan dapat diarahkan berdasarkan lokasi sehingga masyarakat yang berada di daerah berisiko bisa mendapatkan informasi mengenai kondisi yang sedang terjadi serta langkah yang perlu dilakukan.

Selandia Baru turut memiliki Emergency Mobile Alert yang memungkinkan pemerintah dan otoritas terkait mengirimkan peringatan kepada ponsel masyarakat ketika terdapat ancaman serius.

Sistem ini dapat digunakan dalam berbagai situasi darurat, termasuk ancaman tsunami, banjir dan bencana lainnya.

Baca Juga: Bupati Mandailing Natal Ditantang Bersihkan Pemkab dari Pejabat Terindikasi Judol

Di Inggris, pemerintah memiliki UK Emergency Alerts yang memungkinkan pesan peringatan dikirimkan secara langsung ke perangkat seluler masyarakat.

Sistem tersebut digunakan ketika terjadi keadaan darurat yang membutuhkan perhatian masyarakat dalam waktu cepat.

Informasi yang diterima dapat memuat keterangan mengenai ancaman serta tindakan yang perlu dilakukan oleh warga.

Kanada menggunakan sistem Alert Ready untuk menyampaikan peringatan darurat kepada masyarakat.

Baca Juga: Bupati Mandailing Natal Ditantang Bersihkan Pemkab dari Pejabat Terindikasi Judol

Sistem ini dapat digunakan untuk berbagai kondisi, termasuk cuaca ekstrem dan bencana alam.

Pesan dapat disebarkan kepada perangkat yang berada di wilayah tertentu sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mengambil tindakan keselamatan.

Singapura juga memiliki sejumlah mekanisme peringatan publik yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai keadaan darurat kepada masyarakat.

Dengan dukungan teknologi komunikasi, pemerintah dapat menyebarkan informasi melalui berbagai kanal resmi ketika terdapat kondisi yang membutuhkan perhatian publik.

Baca Juga: Appreciation Night Lions Clubs Distrik 307 A1, Martha Stefanie Raih Penghargaan Excellent President

Indonesia sendiri terus mengembangkan sistem peringatan dini untuk menghadapi berbagai ancaman bencana.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyediakan informasi dan peringatan melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi serta layanan digital.

Salah satu layanan yang dapat digunakan masyarakat adalah InfoBMKG.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi terkait gempa bumi, tsunami, cuaca dan kondisi atmosfer.

Baca Juga: Novrizal: Ribuan Relawan Antar Teh Alya Daftar Pilkades Bengle, Ini Amanah Besar

Pengembangan sistem peringatan yang memanfaatkan perangkat seluler menjadi penting bagi Indonesia karena wilayah negara ini memiliki risiko terhadap berbagai jenis bencana.

Ancaman tersebut antara lain gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api hingga cuaca ekstrem.

Secara sederhana, teknologi cell broadcast bekerja dengan memanfaatkan jaringan operator seluler.

Ketika otoritas mengeluarkan peringatan, informasi dapat dikirimkan kepada perangkat yang berada dalam area yang telah ditentukan.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Anggota DPR RI Asal Tana Toraja Masuk Desil 4, Orang Benar Miskin Malah Masuk Desil Super Kaya

Berbeda dengan SMS biasa yang dikirim kepada nomor tertentu, cell broadcast memungkinkan satu pesan disebarkan kepada banyak perangkat secara bersamaan.

Kecepatan penyampaian informasi menjadi salah satu faktor penting dalam sistem peringatan dini.

Semakin cepat masyarakat mengetahui adanya potensi bahaya, semakin besar kesempatan bagi mereka untuk melakukan langkah antisipasi sesuai arahan otoritas.

Dengan semakin luasnya penggunaan telepon seluler, perangkat yang berada di tangan masyarakat hampir setiap saat tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sarana penting dalam penyebaran informasi kebencanaan dan mendukung upaya mitigasi bencana.***