POJOKSATU.id - Ibadah puasa umumnya dikenal merupakan salah satu ibadah yang dilakukan umat Islam di seluruh dunia yang dilakukan di bulan Ramadan.


Tapi tahukah Anda bahwa ibadah puasa juga dilakukan oleh penganut agama lainnya di dunia loh...

Aturan puasa yang dilakukan agama lain itu juga memiliki aturan yang berbeda. Akan tetapi, memiliki inti yang sama.

Yakni untuk membersihkan jiwa dan raga serta merupakan perenungan kehidupan spiritual.

Berikut ini 5 agama di dunia yang juga menjalankan ibadah puasa:

 

1. Buddha

Dalam agama Buddha, praktik puasa dikenal sebagai Upavasa. Puasa ini dilakukan sebagai cara untuk menunjukkan penghargaan dan ketaatan pada ajaran Buddha.

Biasanya, Upavasa dilakukan pada hari-hari tertentu dalam bulan lunar seperti tanggal 8, 14, atau 15.

Selama puasa, pengikut Buddha berupaya untuk menahan diri dari makanan dan minuman, serta memperbanyak waktu untuk meditasi dan studi jaran Buddha.

Saat menjalankan puasa, umat Budha juga melaksanakan 8 aturan Upasava.

Yakni tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan kegiatan seksual, tidak berbohong, tidak makan pada siang hari hingga dini hari, dan tidak menonton hiburan atau memakai kosmetik, parfum, dan perhiasan.

 

2. Katolik

Dalam agama Katolik, puasa seringkali terkait dengan musim liturgi, seperti masa pra-Paskah sebelum Paskah yang berlangsung selama 40 hari.

Puasa ini dilakukan sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan mempersiapkan diri untuk perayaan besar.

Dalam puasa ini, terdapat istilah berpuasa dan berpantang. Berpuasa diwajibkan bagi mereka yang berusia 18 tahun dan hanya diizinkan makan kenyang sekali dalam sehari.

Sedangkan berpantang berlaku wajib bagi mereka yang berusia 14 tahun ke atas dengan cara menghindarkan diri melakukan hal yang disukai. Semisal makan daging atau lainnya.

Selama masa puasa, umat Katolik akan memperbanyak membaca Kitab Suci mendekatkan diri kepada Tuhan serta menyatukan umat Katolik dengan pengorbanan Yesus Kristis saat disalib.

 

3. Yahudi

Puasa dalam agama Yahudi disebut dengan Tzom. Puasa ini dilakukan untuk mengenang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Yahudi dan untuk membersihkan diri secara spiritual.

Beberapa jenis Tzom dilakukan pada hari-hari tertentu dalam tahun liturgi Yahudi, seperti Tisha B'Av untuk mengenang kehancuran Bait Suci atau Yom Kippur sebagai hari penyucian diri.

Selama puasa, pengikut Yahudi membatasi makanan dan minuman serta memperbanyak waktu untuk berdoa dan belajar Taurat.

Selain tidak memperbolahkan makan dan minum, pengikut Yahudi juga dilarang berhubungan seks. Khusus pada Yom Kippur, mereka dilarang menggosok gigi.

 

4. Konghucu

Selain 3 agama di atas, Konghucu juga memiliki puasa yang terdiri dari puasa rohani dan puasa jasmani. Puasa dalam agama KOnghucu dilakuan untuk mensucikan diri.

Sekaligus melatih diri, menjaga perilaku dan perkataan hingga memenuhi diri sendiri dengan cinta kasih.

Umat Konghucu menjalankan puasa rohani dengan menjaga diri dari hal-hal yang dianggap asusila. Sementara puasa jasmani dilakukan pada bulan Imlek.

Puasa dilakukan dengan cara tidak memakan makanan daging secara bertahap. Ada yang hanya sehari, dua hari, dan seterusnya hingga berpantang permanen.

Pada tanggal 8 bulan pertama Imlek, dilakukan puasa penuh dari pukul 05.30 hingga 22.00 diawali dengan mandi keramas dan berakhir setelah sembahyang.

 

5. Hindu

Bagi umat Hindu, puasa disebut dengan istilah Upawasa. Ada yang wajib, ada juga yang tidak wajib.

Upawasa wajib misalnya adalah Upawasa Siwa Ratri dimana puasa dimulai dari matahari terbit sampai tenggelam.

Ada juga puasa Nyepi dimana umat Hindu yang berlangsung selama 24 jam penuh dari sejak fajar terbit sampai fajar terbit lagi keesokan harinya.

Selama menjalankan puasa Nyepi, umat Hindu tidak makan dan minum serta memperbanyak waktu untuk berdoa dan mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Puasa lain yang dianggap wajib adalah puasa untuk menembus dosa yang dilakukan selama tiga hari, puasa tilem, dan purnama.

Itulah informasi beberapa praktik puasa agama lain di dunia selain agama Islam.

Meskipun memiliki perbedaan dalam detail pelaksanaan dan aturannya, semua praktik puasa ini memiliki tujuan yang sama, yakni membersihkan diri secara spiritual dan merenungkan kehidupan yang lebih baik.

Editor: Guruh