POJOKSATU.id, JAKARTA— Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disarankan lebih baik mengusung sosok mantan Gubernur Jakarta periode 2014-2017.
Sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok lebih banyak memberikan keuntungan bagi PDIP dibanding mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.
"Meski keduanya merupakan mantan Gubernur Jakarta, namun mendukung Ahok tampaknya memberikan sejumlah keuntungan,” ujar Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, Minggu (25/8).
“Langkah ini bisa menjadi pilihan strategis bagi PDIP dibandingkan memilih Anies," katanya lagi.
Baca Juga: Prabowo Klaim People Power Ada di Pihaknya, Kembali Sindir Anies Karena Diberi Nilai 11
Menurutnya, Ahok adalah kader unggulan PDIP, sementara Anies bukan bagian dari PDIP.
Sebagai kader, Ahok telah mengenal sistem jaringan partai dengan baik, sehingga posisinya lebih solid.
Ahok juga disebut telah menunjukkan loyalitas tinggi terhadap partai dan Ketua Umum PDIP Megawati SoekarnoputrI.
Buktinya di Pilpres Februari 2024 lalu, saat Ahok memilih mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina demi membantu dan memenangkan Capres dan Cawapres PDIP, Ganjar-Mahfud.
Baca Juga: Viral Foto Menteri ESDM Bahlil Minum Whisky Merek Hibiki, Refly : Gila Ya Seharga Rp 29,5 Juta
“Mendukung kader internal tidak hanya memperkuat posisi partai di mata publik, tetapi juga menunjukkan komitmen PDIP dalam mendukung anggotanya,” katanya.
"Terlebih lagi Ahok sebagai kader PDIP memiliki kapasitas kepemimpinan yang terbukti," ujarnya lagi.
Diketahui, KPU DKI Jakarta akan membuka pendaftaran bagi kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur mulai Selasa-Kamis atau 27-29 Agustus 2024 mendatang.
Dan sesuai putusan MK No 60, PDIP bisa mengusung sendiri calon gubernur dan wakil gubernur di DKI Jakarta, karena syarat pencalonan kepala daerah di DKI Jakarta hanya 7,5 persen.***




