POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menanggapi diskusi ricuh di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin malam (15/6).
Saat diskusi berjalan, terlihat Budiman Sujatmiko yang memancing mahasiswa ricuh dengan mengaitkan nama Tiyo Ardianto mantan Ketua BEM UGM 2025.
Usai acara, Budiman memberikan tanggapan usai diskusi ricuh. Menurutnya, forum yang semestinya menjadi ruang bertukar gagasan itu suasananya sudah tak kondusif.
Baca Juga: Nusron Wahid Sesalkan Diskusi Ricuh UGM Padahal Sudah Siapkan Diri Dicaci Maki dan Dibully
"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," kata Budiman dalam keterangannya usai acara.
Budiman mengatakan dirinya sebenarnya tidak keberatan untuk tetap berada di dalam gedung dan menemui mahasiswa.
"Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung," ujarnya.
Namun, petugas keamanan memutuskan mengevakuasinya karena khawatir kondisi semakin tidak terkendali.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wamentan Sudaryono juga turut dievakuasi usai diskusi ricuh.
Baca Juga: Bahlil Siapkan Kompor Listrik Generasi Baru, Impor LPG Rp130 Triliun Jadi Sorotan
Budiman berharap perbedaan pandangan tetap dapat disampaikan melalui dialog terbuka dan tertib.
Kampus seharusnya menjadi ruang yang sehat bagi pertukaran gagasan antara pemerintah dan mahasiswa.
Berita sebelumnya, ketika giliran Budiman Sudjatmiko berbicara di panggung diskusi, Budiman lalu menyinggung nama Tiyo Ardianto mantan Ketua BEM UGM 2025.
“Jangan ada yang menyentuh Tiyo (Ardianto). Setersinggung apapun jangan punya pikiran untuk membuat suatu manuver yang mencelakai dia,” jelas Budiman di atas panggung seperti rekaman video Instagram @totalpolitikcom dilihat Selasa 16 Juni 2026.
Usai Budiman menyampaikan ini, terdengar sirine dibunyikan dari toa atau pengeras suara yang dipegang mahasiswa.
Salah satu peserta diskusi yang memakai baju putih dengan menggunakan toa langsung berdiri menuju panggung sambil berorasi.
“Oke, oke,” jelas Budiman terlihat duduk kembali ke kursinya.
“Budiman Sudjatmiko adalah penghianat reformasi,” teriak mahasiswa memakai baju putih ini sambil orasi di panggung.
Sementara Budiman terlihat masih duduk sambil senyum-senyum melihat belasan mahasiswa ini menggeruduk panggung diskusi.
“Semua di sini membicarakan Pancasila,” teriak mahasiswa baju putih lagi.
“SPPG itu Satuan Penjilat Prabowo Gibran, ” teriak orator lain memakai toa juga di atas panggung.
“Anda pro demokrasi atau tidak. Kalau anda pro demokrasi kita diskusi. Ayo kita dialog,” teriak moderator acara.
Namun imbauan moderator acara ini tidak lagi didengar mahasiswa yang naik ke panggung.
Lalu sebagian yang lain juga meneriaki nama Presiden Prabowo dan Kabinet Prabowo.
“Prabowo anj***. Prabowo ba**sat. Kabinet anj***. Kabinet bang***,” teriak yang lain seperti terekam video.
Lalu sebagian lagi meneriakkan atau menyanyikan kata-kata revolusi .
“Revolusi, revolusi,” teriak mahasiswa lainnya sambil melompat-lompat.***




