POJOKSATU.id, JAKARTA— Budiman Sudjatmiko mulai dikritik koleganya sesama politisi PDIP usai nyebrang mendukung Prabowo. Padahal sejatinya PDIP mendukung Ganjar di Pilpres 2024.

Langkah Budiman Sudjatmiko makin serius mendukung Prabowo terbukti dari terbentuknya relawan pendukung Prabowo bernama Prabu.

Pendirian Prabu ini dikritik politisi PDIP Deddy Yevri Hanteru Sitorus.

Baca Juga: Mahasiswa Program S2 IPB Tewas Terbakar di Laboratorium, Rektor IPB Beberkan Kronologinya

Deddy menilai apa yang dikerjakan Budiman Sudjatmiko saat ini sekadar mencari materi belaka. Budiman di matanya tidak lagi idealis, tapi sudah pragmatis.

"Ambisi jabatan dan kebutuhan akan fulus," tegasnya, Minggu (20/8).

Dia juga menilai Budiman sebagai sosok yang inkonsisten. Budiman tak tegak lurus dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang telah resmi menyatakan dukungan untuk Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Kanit PPA Polres Tangsel Ditabrak Mobil di Alam Sutera Saat Lagi Asyik Bersepeda

"Menurut saya dia inkonsisten, berusaha menutupi motif yang sebenarnya," kata Deddy.

Sudah 19 Tahun Bersama PDIP

Seperti diketahui, Budiman Sudjatmiko menyatakan dukungannya kepada bakal calon presiden Prabowo di Pilpres 2024. Budiman hingga kini merupakan politisi atau kader aktif PDI-Perjuangan.

Budiman Sudjatmiko sudah 19 tahun bersama PDIP. Pada akhir 2004, Budiman bergabung ke PDI Perjuangan dan membentuk REPDEM (Relawan Perjuangan Demokrasi).

Mantan aktivis reformasi itu mengungkap, dukungan tersebut salah satunya dilandasi oleh semangat Prabowo.

Diketahui, PDI Perjuangan mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres di 2024 nanti.

"Memiliki semangat yang sama, Pak Prabowo memiliki niat yang tulus ingin mengapdi kepada rakyat," kata Budiman Budiman saat berbicara pada acara Deklarasi Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Marnia Convention Center, Semarang, Jumat (18/8/2023).

Lebih lanjut, Budiman bahkan mengaku terinspirasi dengan pikiran-pikiran Prabowo yang ditulis dalam bukunya bertajuk ‘Paradoks Indonesia’.

"Saya terinspirasi setelah membaca buku ‘Paradoks Indonesia’ yang diberikan oleh Pak Prabowo, ditulis oleh Pak Prabowo," ujarnya.***