POJOKSATU.id - Dosen Prodi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB, Willy Bachtiar, teknologi yang mendorong percepatan proses globalisasi hingga memicu terkikisnya karakter, hingga kemerosotan moral remaja Indonesia.
"Budaya Indonesia menjadi penting sebagai identitas dan menjaga nilai luhur seperi tatakrama, kesopanan dan keramahtamahan sebagai bangsa timur. Budaya juga sebagai identitas bangsa," kata Willy, salam seminar online Ngobrol Bareng Legislator bertajuk 'Belajar Bahasa dan Budaya Daerah Secara Virtual' pada Sabtu, 27 Mei 2023.
Direktur Utama PT Surabaya Media Tama, Suparno mengungkapkan, UNESCO mencatat terdapat 143 bahasa daerah di Indonesia dan berdasarka status vitalitas atau daya hidup, bahasa terancam punah.
"Oleh sebab itu kita perlu kreatif untuk mempromosikan budaya dengan membuat konten kreatif dan memanfaatkan teknologi komunikasi, kolaborasi budaya, menggelar acara penting di lokasi budaya bahkan mengikuti acara kesenian di luar negeri," kata Suparno.
Menurutnya, eksistensi bahasa Indonesia di luar negeri dapat dikatakan cukup eksis. Hingga saat ini telah tercatat 45 negara di dunia mempelajari bahasa Indonesia di berbagai jenjang pendidikan.
"Kita sama sama terus belajar mempertahankan bahasa dan budaya di era digital saat ini Pengalaman kita sudah menjaga dan mempertahankannya seperti negara-negara maju dengan bahasa dan budayanya. Jangan takut dan jangan malu untuk terus perbayak konten dengan menggunakan bahasa dan budaya lokal karena itu akan menjadi ke originalitas sebuah konten yang nantinya dan sudah terbukti dinikmati banyak orang," jelasnya.
Sementara Anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan mengungkapkan, nilai-nilai budaya secara sporadic sering terungkap pada tingkat leksikal.
Misalnya, konsep dalam bahasa Jawa yang membagi bahasanya menjadi beberapa tingkatan. Artinya, hal tersebut menyiratkan nilai kesantunan dari bahasa.
"Dari sini dapat terlihat dengan jelas bahwa adanya budaya akan mempengaruhi perkembangan bahasa. Begitu juga sebaliknya. Budaya dan bahasa ini seterusnya akan menyatu dengan perkembangan teknologi sehingga pembelajarannya akan lebih efisien dan efektif," kata Krisantus.
Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara beraktivitas dan bekerja.
Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini semakin mempertegas era disrupsi teknologi.
Untuk mengahadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerjasama dalam mewujudkan agenda trasformasi digital Indonesia.
"Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi," katanya.
Ia meyakini kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar serta menjadi unggul dalam SDM.
(Rishad Noviansyah)



