POJOKSATU.id, JAMBI—Anggota Propam Polres Tebo, Bripda Waldi (22) menjadi pelaku pembunuhan dosen Akper Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo Jambi.

Usai menghabisi korban, Bripda Waldi masih sempat mengepel darah korban di rumah korban di Perumahan Al-Kausar, Dusun Sungai Mengkuang, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

Pelaku juga mencoba menghilangkan jejak dengan mencoba menghilangkan barang bukti dengan menempatkannya di dua lokasi berbeda.

Mobil Honda Jazz putih milik korban Erni ditemukan sekitar 300 meter dari kediaman Bripda Waldi di Tebo.

Baca Juga: Erni Yuniati Dosen Akper Bungo Aktif di Instagram dan Facebook, Sudah Lama Kenalan dengan Pelaku

Sementara sepeda motor Honda PCX juga ditemukan di tempat terpisah, sengaja diparkir di sebuah rumah sakit di Muara Bungo, Jambi.

Kekerasan dan Rudapaksa

Dokter forensik menemukan lebam dan luka di area kepala dan leher, serta tanda-tanda mencurigakan di sekujur tubuh korban.

Bukti-bukti kekerasan yang ditemukan antara lain:

Terdapat lebam di seluruh wajah dan benjolan besar di kepala bagian belakang dengan dimensi lebar sekitar 13 cm dan panjang 10 cm.

Ditemukan lebam pada bagian leher dan memar di kedua bahu (kanan dan kiri), yang diduga akibat benda tumpul atau tajam.

Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Dosen Cantik Akper Bungo Erni Yuniati oleh Pacarnya Bripda Waldi Polres Tebo

Tim medis juga menemukan adanya cairan pada bagian organ intim korban yang mengindikasikan adanya dugaan kekerasan seksual.

Polisi juga menemukan cairan sperma di salah satu celana milik korban.

Dokter memperkirakan Erni Yuniati telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan pada Sabtu (1/11) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Perkiraan waktu kematian ini didukung oleh temuan darah berwarna gelap yang keluar dari mulut dan hidung korban, yang mengindikasikan proses pembusukan awal.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menguak pelaku Bripda Waldi bertugas di Polres Tebo dan telah mengakui membunuh korban.

Bripda Waldi sempat mencoba menyembunyikan identitas dengan memakai wig.

Pelaku diketahui menggunakan wig saat beraksi untuk menyamarkan identitasnya, agar terlihat seperti pria berambut panjang.

Hal ini sesuai dengan keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Dari CCTV dan keterangan warga, pelaku tampak gondrong karena mengenakan wig. Ini menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan,” jelas Kapolres Bungo, Minggu (2/11).

Dugaan sementara motif pembunuhan karena masalah asmara, sebab korban dan pelaku sempat berpacaran namun berpisah.

Pelaku kemudian mengajak korban kembali menjalin hubungan asmara, namun ditolak oleh korban.

Korban merupakan dosen Akademi Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo. Dia juga salah satu kepala jurusan di sana.

Kronologi penemuan jasadnya bermula dari kecurigaan rekan korban di IAKSS dimana sudah dua hari korban tak masuk kerja tanpa pemberitahuan sama sekali.

Rumah korban berlokasi di Perumahan Al-Kausar, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi.

Rekan kerja korban sengaja mendatangi rumah korban. Setelah beberapa kali memanggil dari luar dan tanpa jawaban, pintu rumah dibuka dan korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Rekan korban lalu memberitahukan ini ke warga sekitar dan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.***