POJOKSATU.id, JAKARTA — Peneliti ASA Indonesia Institute, Reza Indragiri Amriel, berharap Kapolri Jenderal Sigit proaktif menyambut bola yang dilempar Menkopolhukam terkait transaksi janggal Rp 349 triliun Kemenkeu.
Peneliti Reza Indragiri Amriel menilai pemecatan Brigjen Endar dari KPK seakan merupakan perseteruan Cicak vs Buaya yang terulang kembali.
Perseteruan Polri dan KPK ini dinilai Reza Indragiri sudah kesekian kalinya terjadi. Kejadian ini juga merupakan tontonan terburuk yang dipertontonkan ke publik.
"Ini laksana 'Cicak vs Buaya' jilid kesekian. Tapi pokok pertentangannya kali ini perlu dicermati seksama," kata Reza saat dihubungi pojoksatu.d, Jumat (7/4/2023).
Menurut Reza, bila walkout-nya anggota Polri itu merupakan wujud keteguhan sikap dalam pemberantasan korupsi.
Baca Juga :
Meski Sudah Ditendang dari KPK, Harta Kekayaan Brigjen Endar Terus Diusut
Maka, kata pakar forensik ini masyarakat harus memberikan dukungan atas sikap anggota Polri tersebut.
"Tapi apabila situasinya memang sesuai dengan harapan saya di atas, maka Polri patut didukung," ujarnya.
Karena itu, Reza menyarankan agar Kapolri proaktif dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi, termasuk menyambut bola yang dilempar Menkopolhukam terkait transaksi janggal pencucian uang Rp 349 triliun.
"Tapi andaikan Kapolri Listyo Sigit tampil ke muka dalam memburu siapa pun yang tersangkut Rp 349 T, ini bisa menjadi penawar atas rasa masygul masyarakat akibat sekian kasus dan gejolak yang disebabkan oleh ulah oknum Polri," tegas Reza Indragiri.
reporter : firdausi
editor : ikror




