POJOKSATU.id, Jakarta - BRI terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan meluncurkan program inovatif "Zero Waste to Landfill."

Program ini mengedepankan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, dengan tujuan utama mengurangi volume sampah yang dihasilkan dan mengelolanya secara bertanggung jawab.

Dengan pendekatan ini, BRI berupaya mencegah sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin terbatas.

Direktur Kepatuhan BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menjelaskan bahwa BRI sedang membangun budaya keberlanjutan yang dimulai dengan peningkatan kesadaran dan kapasitas pekerja mengenai dampak sampah.

Baca Juga: Isi Pembicaraan Anies Baswedan Terkait Pilkada 2024 Dibocorkan oleh Sahrin Hamid

"BRI secara aktif memberikan edukasi kepada pekerja mengenai dampak negatif sampah yang tidak dikelola dengan baik. Melalui peran Green Team di unit kerja BRI, pekerja diajak untuk memahami berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik (sisa makanan dan dedaunan), anorganik (kertas, plastik, gelas, logam), dan sampah residu (pembalut, puntung rokok, dan styrofoam)," ujar Solichin.

Ia menilai, BRI Green Team berperan sebagai model dan pendorong dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan, baik di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan.

Tim ini aktif dalam kegiatan edukasi dan kampanye isu keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Jaringan BRI Green Team tersebar di seluruh wilayah operasional BRI, termasuk hingga ke Kantor Regional (RO).

Baca Juga: Bikin Tagar I Stand With Arhan, Coach Justin Tegaskan Dukungannya untuk Suami Azizah Salsha Itu

Sebagai bagian dari program edukasi tersebut, BRI juga menerapkan sistem pemilahan sampah di lingkungan perusahaan.

Implementasi ini dimulai dari Gedung Kantor Pusat BRI di Sudirman dan Gedung TSI BRI di Ragunan, dengan pemisahan tempat pembuangan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, dan residu.

"Dengan memilah sampah dari sumbernya, sampah dapat dikelola secara terpisah sehingga mempermudah proses daur ulang dan tidak ada sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA)," jelas Solichin.

Sebagai upaya untuk lebih memotivasi pekerja dalam praktik Zero Waste to Landfill, BRI juga menyediakan mesin Reverse Vending Machine (RVM) yang berlokasi di gedung Kantor Pusat BRI dan Menara BRILiaN sebagai sarana daur ulang botol plastik.

Pekerja yang menyetor sampah botol plastik ke dalam mesin ini akan mendapatkan poin reward yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik.

Pada tahap awal implementasi di bulan Juli 2024, RVM telah mengumpulkan lebih dari 3700 botol plastik bekas, dengan potensi penghindaran emisi sebesar 367 kg CO2e, menunjukkan antusiasme pekerja terhadap keberlanjutan.

Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah

Kolaborasi antar stakeholder untuk mendukung Program Zero Waste to Landfill BRI terus menjadi kebutuhan yang mendesak.

Dalam komitmen jangka panjang untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan, BRI menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga yang memiliki keahlian dan fasilitas dalam pengelolaan sampah.

Ini memastikan bahwa semua jenis sampah, termasuk plastik, kertas, organik, dan lainnya, dikelola dengan baik dan tidak berakhir di TPA.

Selama tahun 2023, program Zero Waste to Landfill yang diterapkan di Kantor Pusat BRI dan gedung TSI BRI berhasil mengurangi sampah yang berakhir di TPA hingga 50 ton setiap bulan, dengan total sampah terdaur ulang sebesar 591 ton, dan potensi pengurangan emisi sebesar 441 ton CO2e.

Sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, diolah menjadi produk maggot dan kompos.

Produk maggot yang dihasilkan dari pengumpulan sampah organik Perusahaan mencapai 5 ton dan produk kompos mencapai 40 ton.

Sementara itu, sampah plastik yang berhasil terdaur ulang sejumlah 109 ton dan sampah kertas terdaur ulang sebesar 72 ton.

Terlebih lagi, melalui kolaborasi ini, BRI berhasil mengolah 350 ton sampah residu menjadi sumber energi terbarukan melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi signifikan dalam pengurangan volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi bersih yang berdampak positif terhadap lingkungan.***