POJOKSATU.id — Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia memastikan bahwa mundurnya Joao Angelo De Sousa Mota dari jabatan Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara tidak akan mengganggu jalannya operasional perusahaan.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa semua layanan dan kegiatan bisnis badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan tersebut akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Seluruh operasional PT Agrinas Pangan Nusantara tetap berjalan normal. Layanan kepada mitra dan pemangku kepentingan akan dilaksanakan seperti biasa," ucap Rosan dalam keterangan resminya, Senin (11/8/2025).
Ia memastikan, transisi kepemimpinan di Agrinas Pangan Nusantara akan dilakukan secara tertib, terukur, dan terencana.
Langkah ini dimaksudkan agar setiap program strategis tetap berjalan, sekaligus menjaga kesinambungan arah dan tujuan perusahaan.
Pengelolaan Entitas Bisnis Danantara
Lebih jauh, Rosan menekankan bahwa Danantara Indonesia mengelola semua entitas bisnisnya dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara ketat.
"Setiap aksi korporasi, termasuk di PT Agrinas Pangan Nusantara, dilaksanakan setelah melalui kajian kelayakan yang komprehensif dan sesuai prosedur yang berlaku," ungkapnya.
Prinsip kehati-hatian, menurut Rosan, menjadi pondasi setiap langkah yang diambil perusahaan.
Keputusan strategis maupun kegiatan operasional senantiasa diarahkan untuk memastikan keberlanjutan kinerja, sekaligus mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan.
"Sebagai pengelola investasi strategis, Danantara Indonesia berkomitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik di seluruh entitas usaha," tegas Rosan.
Menuju Pusat Lumbung Pangan Nasional
PT Agrinas Pangan Nusantara adalah BUMN pangan baru yang diresmikan Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu, 14 Mei 2025, di Pos Bloc, Jakarta.
Peresmian ini turut dihadiri Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, yang menjadi saksi transformasi dari PT Yodya Karya (Persero) — sebelumnya bergerak di bidang jasa konsultan engineering — menjadi perusahaan pangan yang mengelola rantai produksi secara menyeluruh.
Baca Juga: Dorong Transisi Energi Terbarukan, Danantara dan ACWA Power Teken Investasi Rp162 Miliar
Perubahan ini bukan hanya soal nama, melainkan perubahan besar pada orientasi bisnis.
Agrinas Pangan Nusantara diproyeksikan menjadi motor penggerak ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia, mengelola sektor pertanian dari proses penanaman hingga distribusi hasil panen.
Target 425 Ribu Hektare Lahan Pangan
Dalam acara peluncuran, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, membeberkan target besar yang diemban Agrinas Pangan Nusantara.
Pada akhir 2025, perusahaan akan mengelola 425 ribu hektare lahan untuk lumbung pangan. Lahan ini tersebar di berbagai daerah strategis, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, hingga Merauke.
Sudaryono meyakini, skala pengelolaan yang besar ini akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional.
Hasilnya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.
Penyertaan Modal Negara
Untuk menjalankan misi besar tersebut, Agrinas Pangan Nusantara mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Danantara Indonesia.
Suntikan modal ini diharapkan mampu memperbesar kapasitas usaha, mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, dan memperkuat daya saing produk pangan Indonesia di pasar global.
Dengan dukungan penuh dari Danantara, transformasi ini diyakini akan membawa Agrinas Pangan Nusantara menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di masa depan.
Bagaimana menurut bapak ibu? Tulis di kolom komentar ya.
Silakan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Reizka Kemala Nazar




