POJOKSATU.id, Tapanuli Selatan- Hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan bersama anggota TNI/POLRI dan masyarakat, masih melakukan pencarian terhadap satu orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Ahmad Basyir, yang terbawa arus Sungai Pemandian Persariran, Desa Hapesong Baru Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Jumat, (3/3)

"Sampai saat ini kami masih terus melakukan pencarian terhadap santri atas nama Disra Novia," ujar Kapolsek Batang Toru AKP Tona S. SH

Menurutnya, kejadian tersebut diduga akibat air bah dan derasnya arus sungai yang tiba-tiba datang dari hulu sungai Pemandian Parsariran.

BACA JUGA: Enam Santri Syekh Ahmad Basyir Terbawa Arus Sungai Parsariran Batang Toru, Satu Orang Meninggal Dunia

"Tim juga menemukan barang bukti korban satu potong kaos lengan panjang berwarna hitam bertuliskan, Arak Bali 100% Haram One Slok." tambahnya

sekira pukul 13.30 WIB enam orang santri Ponpes Syekh Ahmad Basyir sedang bermain di Sungai Parsariran yang berada di lingkungan pesantren, kemudian tidak berselang lama arus sungai Pemandian Parsariran membesar sehingga menyeret dan menghayutkan mereka.

Adapun keenam Santri Ponpes Syekh Ahmad Basyir, yang hanyut terbawa arus Sungai Pemandian Persariran adalah sebagai berikut:

1. Silha br Daulay, 13 tahun, pelajar kelas VII, penduduk Dusun Gunung Tua Desa Gapuk Tua Kec. Marancar Kab. Tapsel. (luka ringan / sadar)

2. Sri Nazwa Sahnia br Siregar, 12 tahun, pelajar kelas VII, Desa Wek III Kec. Batangtoru Kab. Tapsel. (luka ringan / sadar)

3. Windi br Hutapea, 12 tahun. Pelajar kelas VII, Desa Aek Pardomuan Kec. Angkola Sangkunur Kab. Tapsel (luka ringan / sadar)

4. Amanda br Rambe, 12 tahun, pelajar kelas VII, Desa Pangarongan Kec. Marancar Kab. Tapsel. (sehat / sadar)

5. Juria, 12 tahun, pelajar kelas VII, Desa Simataniari Kec. Angkola Sangkunur Kab. Tapsel. (meninggal dunia)

6. Disra Novia, 12 tahun, pelajar kelas VII, Desa Pangarongan Kec. Batangtoru Kab. Tapsel (belum ditemukan)

Saat ini, kelima santri ditangani di Rumah Sakit Bhayangkara TK IV, Polda Sumut oleh Iptu dr. Muhammad Akbar. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Pemprovsu Butuh Skill Adaptasi Dalam Menghadapi Perubahan Iklim

BACA JUGA: Edy Rahmayadi Pastikan Kesiapan Sumut Hadapi Perubahan Iklim dan Antisipasi Bencana