POJOKSATU.id, JAKARTA- Kepala BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Benny Rhamdani buka suara terkait kasus pembunuhan PMI (Pekerja Migran Indonesia) berantai oleh Wowon Cs.

Benny mengatakan, BP2MI telah melakukan investigasi di lapangan sejak awal munculnya kasus tersebut.

Yang mengejutkan dari hasil investigasi BP2MI, dari 11 nama yang disebutkan oleh pihak Polda Metro Jaya, hanya 3 nama PMI yang masuk di dalam data lembaganya.

Hal tersebut disampaikan Benny saat melakukan konferensi pers Kasus Pembunuhan PMI oleh Wowon Cs serta Tindak Lanjut Penyelamatan 87 CPMI di Bandara Juanda, di Kantor BP2MI, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2023).

"Kita sudah memberikan keterangan data yang dianggap penting. Dari 11 TKW yang disebut dibanyak media. Itu hanya ada 3 nama di sistem BP2MI. Berarti 9 nama baik yang sudah di luar negeri, baik yang sudah meninggal karena korban pembunuhan, baik yang sudah teridentifikasi di Jakarta, mereka adalah (PMI) yang akan diberangkatkan secara Un-prosedural (ilegal)," ujar dia.

BACA : Ini Identitas 11 TKW yang Kena Tipu Wowon Cs, 2 Korban Tertipu Hingga Ratusan Juta Rupiah

Benny juga menyoroti perkembangan hasil penyelidikan Polda Metro Jaya, terkait hasil pendalaman kasus 2 PMI yang meninggal di Jakarta.

"Maka itu, kita serahkan sepenuhnya kepada Polda Metro Jaya. Nah ini, ada 5 nama yang masih ada diluar negeri. Tapi karena keberangkatannya Un-prosedural, itu yang sulit kita lacak," ucap Benny.

Dugaan sementaran antara koordinasi BP2MI dan Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya, ungkap Benny, lokasi PMI ilegal itu sudah terindentifikasi keberadaannya.

"Nantinya, mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk memperkuat (pendalaman kasus pembunuhan berantai Wowon Cs)," ujar Benny.

Tak sampai disitu, Benny menegaskan, BP2MI memiliki tugas yang sangat berat dalam kasus Wowon Cs ini. Ia mengaku, pihaknya harus menjamin keselamatan PMI hingga para keluarga korban.

"Kita sambut baik keterangan Polda Metro Jaya, karena kita harus menyelamatkan tidak hanya PMI yang saat ini masih selamat hidup, tapi juga keluarga dari korban (PMI yang meninggal). Itu tanggung jawab dari BP2MI," tutup Benny.

BACA : Cerita Hana Korban Nyaris Dieksekusi Wowon, ‘Ditolong Hujan’ Hingga Batal Pergi ke Cianjur

Sebelumnya diberitakan, Dua PMI yang diduga korban serial killer Wowon Cs belum diketahui keberadaannya. Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk menelusuri keberadaan kedua TKW tersebut.

"Ditreskrimum Polda Metro Jaya bekerja sama dengan BP2MI untuk menelusuri keberadaan para TKW korban penipuan serial killer Wowon cs, khususnya terhadap nama-nama yang saat ini belum diketahui keberadaannya," jelas Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (29/1/2023).

Kedua TKW ini, Neuneu dan Epi asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih ditelusuri keberadaannya. Kedua TKW ini diduga korban penipuan Wowon cs.

"Mereka juga kena penipuan Wowon cs. Makanya ini kami sedang selidiki lagi," imbuh Hengki. (ade/pojoksatu)