POJOKSATU.ID - Indonesia kembali membuat gebrakan dalam kerja sama dagang internasional.

Pemerintah mengungkap adanya rencana pembelian 50 pesawat Boeing serta peningkatan impor energi dari Amerika Serikat (AS) senilai 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp240 triliun per tahun.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Siap-Siap! THR dan Gaji ke-13 2026 Berpeluang Cair, PP Nomor 11 Tahun 2025 Jadi Kunci

Menteri Investasi dan Hilirisasi Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembahasan pembelian pesawat tersebut sudah masuk tahap lanjutan.

Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers virtual pada Jumat (20/2/2026).

Menurut Rosan, kesepakatan tarif resiprokal tersebut tidak hanya menyentuh isu perdagangan umum, tetapi juga melibatkan sektor investasi strategis yang berada di bawah koordinasi Kementerian Investasi dan Danantara.

Baca Juga: Kabar Gembira! 1.424 PPPK Paruh Waktu di Bontang Dipastikan Dapat Uang Lebaran, Nominalnya Bikin Penasaran

“Dalam kesepakatan Agreement Reciprocal Tariff ini ada beberapa kegiatan yang menyangkut Kementerian Investasi maupun Danantara. Di antaranya pembicaraan lanjutan terkait pembelian 50 pesawat oleh Boeing yang akan kami tindak lanjuti dengan pihak Boeing,” Ujar Rosan.

Rencana pembelian 50 pesawat Boeing ini dinilai menjadi bagian penting dari penguatan sektor penerbangan nasional.

Dengan kebutuhan armada yang terus meningkat seiring pertumbuhan mobilitas penumpang dan logistik, tambahan pesawat baru akan menjadi katalis percepatan ekspansi maskapai nasional.

Baca Juga: Kota Purwakarta Dikelilingi Penjaja Kenikmatan Aplikasi Hijau, Dikhawatirkan Tinggal Menunggu Ledakan Penyakit Kelamin

Tak hanya sektor aviasi, kerja sama Indonesia-AS juga mencakup peningkatan impor energi.

Pemerintah berencana mengimpor gas serta minyak mentah dari AS dengan nilai mencapai 15 miliar dollar AS per tahun.

Langkah ini dinilai sebagai strategi diversifikasi sumber energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga energi, kerja sama jangka panjang dengan AS diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

Rosan menegaskan bahwa implementasi berbagai kesepakatan ini akan melibatkan Danantara sebagai instrumen investasi strategis nasional.

Baca Juga: Prediksi Skor Atalanta vs Napoli, Duel Krusial Empat Besar

Danantara diproyeksikan menjadi kendaraan utama pemerintah dalam mengelola proyek-proyek besar yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

Kesepakatan ART sendiri menjadi momentum penting dalam hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat.

Selain membuka akses pasar yang lebih luas, perjanjian ini juga menciptakan peluang investasi bernilai besar yang berpotensi mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Baca Juga: Beasiswa Glow and Lovely Bintang Batch 10 Dibuka, Ada Dana hingga Rp17,5 Juta dan Laptop untuk Perempuan Indonesia

Dengan rencana pembelian 50 pesawat Boeing dan impor energi miliaran dollar per tahun.

Indonesia menunjukkan keseriusannya memperkuat posisi di kancah perdagangan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks.***