POJOKSATU.id, SUMUT - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Benget Silitonga mengatakan sekitar 60% pemilih pada Pemilu 2024, berada di usia 15 hingga 45 tahun. Hal itu menjadi bonus demografi yang luar biasa.
Hal itu disampaikan Benget Silitonga, kepada para pemilih pemula dalam kegiatan Edukasi Pemilih Pemula Menuju Pemilu 2024 dengan tema ‘Pentingnya Edukasi Pemilih Pemula Menuju Pemilu 2024, Guna Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian' yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut, di Le Polonia Hotel, Jalan Sudirman, Kota Medan, Jumat (19/5/2023).
"Dalam koteks politik elektoral, ini tentu sangat seksi, bagi peserta (Pemilu) dan bagi kita KPU, untuk melakukan edukasi pendidikan pemilih," kata Benget.
Benget menggarisbawahi soal strategi yang akan dijalankan pada era teknologi digital saat ini. Karenanya KPU juga melakukan pendekatan melalui penggunaan media sosial.
"Jadi, mulai sejak Pemilu di luncurkan 1 tahun lalu, kita menggencarkan sosialisasi di media media sosial," jelas Benget.
Sementara itu, Ketua SMSI Sumut Erris J Napitupulu mengatakan peran SMSI memberikan kontribusi pada Pemilu 2024, untuk menangkal berita-berita hoaks, yang akan hadapi. Sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar sesuai dengan fakta.
"Sebagai media, perusahaan media online, di sini kita mengajak semua bagi pemilih pemula, untuk menghindari berita hoaks. Artinya, sama dengan kata ketua DPRD. Bahwa sanya pemilu untuk kedepan lebih soft dan tidak ada ujaran kebencian dan lain," kata Erris.
Sebelumnya, dalam sambutannya Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan pemilih pemula pada Pemilu 2024 mendatang diharapkan bijak untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian. (*/TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Gubernur Edy Rahmayadi Ingatkan Pemilih Pemula di Sumut Tangkal Hoaks Pemilu 2024




