POJOKSATU.ID - Geger dugaan pelanggaran etik yang menerpa salah satu peserta kompetisi akademik nasional berawal dari sebuah unggahan berantai di platform X.

Sebuah akun whistleblower dengan nama pengguna nampak membagikan tangkapan layar berisi cerita kronologi dan bukti-bukti awal yang memicu rasa penasaran publik.

Pemilik akun tersebut mengaku sangat terkejut setelah mengetahui bahwa sosok yang diduga memiliki catatan masa lalu bermasalah bisa lolos seleksi ketat.

Informasi yang dibagikan tersebut langsung memancing perhatian puluhan ribu pasang mata netizen yang menuntut keadilan bagi para korban.

Baca Juga: Isu Miring Menimpa Clash of Champions Season 3, Dugaan Kasus Kontestan Picu Kekecewaan Netizen

Berdasarkan narasi yang berkembang, pengunggah pertama kali mendapatkan kejelasan kasus ini setelah membalas sebuah komentar dari unggahan di aplikasi Tiktok.

Sejak saat itu, beberapa orang mulai mengirimkan pesan langsung untuk memberikan kesaksian tambahan terkait rekam jejak digital sang kontestan.

Dalam utas yang viral hari ini, terdapat klaim mengejutkan yang menyebutkan bahwa oknum mahasiswa tersebut sebenarnya telah dinonaktifkan oleh pihak kampusnya sendiri.

Tidak hanya itu, sang kontestan juga dituduh mencoba menghapus komentar bernada kritik satu per satu di akun pribadinya demi menyelamatkan reputasi.

Fakta-fakta liar yang beredar bebas di internet ini langsung memicu perdebatan sengit mengenai urgensi pentingnya proses penyaringan latar belakang peserta secara menyeluruh.

Baca Juga: PM Singapura Lawrence Wong Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan Indonesia, Siap Pertukaran Pelajar Sekolah Garuda

Publik menilai bahwa sebuah ajang berskala nasional seharusnya menerapkan sistem pengawasan berlapis untuk memeriksa rekam jejak moral calon bintang mereka.

Kelalaian dalam mendeteksi riwayat buruk peserta dinilai bisa mencederai rasa keadilan sosial dan mencederai nilai edukasi yang diusung sejak awal.

Desakan agar pihak universitas terkait memberikan konfirmasi resmi mengenai status kemahasiswaan yang bersangkutan juga kini semakin menguat di internet.

Ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh manajemen industri kreatif untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih representasi figur publik.***