POJOKSATU.ID - Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh dapat diselesaikan pada awal Februari 2026 atau sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Langkah ini dilakukan agar para penyintas bencana dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih layak dan aman.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan proses pembangunan huntara saat ini terus dikebut.
Baca Juga: Heboh Sopir 22 Tahun Baru Dua Kali Nyetir Bus, Tragedi Maut Tol Krapyak Tewaskan 16 Orang
Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah serta sejumlah kementerian dan lembaga untuk memastikan target tersebut tercapai sesuai jadwal.
“Pembangunan hunian sementara terus dilakukan. Pengungsian terpadu akan dibangun di beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah,” ujar Abdul Muhari, dikutip pojoksatu.id dari TV One News Selasa (23/12/2025).
Sambil menunggu rampungnya huntara, BNPB bersama Kementerian Sosial serta unsur TNI-Polri menyiapkan pengungsian terpadu di sejumlah titik terdampak bencana.
Pengungsian ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi agar tetap mendapatkan perlindungan yang layak.
Abdul menjelaskan, pengungsian terpadu tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang.
Mulai dari layanan kesehatan, layanan dukungan psikososial, hingga dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para penyintas.
“Hunian sementara ditargetkan selesai sebelum pertengahan Februari atau sebelum awal Ramadan,” tegas Abdul.
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Banyak rumah rusak berat hingga tidak dapat dihuni, sehingga warga terpaksa tinggal di lokasi pengungsian darurat dengan keterbatasan fasilitas.
Baca Juga: Resmi Berlaku! Pemerintah Terapkan Bea Keluar Progresif Ekspor Emas hingga 15 Persen
Pemerintah menilai keberadaan huntara menjadi solusi jangka menengah yang penting sebelum pembangunan hunian tetap dilakukan.
Huntara diharapkan dapat memberikan rasa aman, privasi, serta kondisi hidup yang lebih layak bagi warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memastikan pendampingan sosial dan pemulihan psikologis terus berjalan.
Baca Juga: Terisolasi Akibat Bencana, Warga Aceh Tengah Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Tanpa Alat Berat
Layanan psikososial disiapkan untuk membantu warga menghadapi trauma pascabencana, sekaligus memulihkan aktivitas sosial masyarakat secara bertahap.
Dengan percepatan pembangunan huntara dan pengungsian terpadu ini, pemerintah berharap dampak sosial akibat bencana dapat diminimalkan.
Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar seluruh proses berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak bencana di Aceh.***




