POJOKSATU.ID - Suasana di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, mendadak riuh pada Senin 4 November 2025.
Ratusan warga berjejer di tepi jalan, menanti kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Begitu pesawat mendarat, sambutan meriah pun dimulai suara tifa menggema, tarian adat Yospan menari riang.
Dan senyum warga Papua menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu.
Baca Juga: Siapa yang Mengawasi Dana Bansos di Daerah? Sudahkah Mempertahankan Integritas?
Kunjungan kerja Gibran ke wilayah timur bukan sekadar agenda seremonial.
Ia datang untuk melihat langsung progres pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Papua Barat.
Dalam beberapa kesempatan, Gibran menegaskan bahwa pemerataan pembangunan adalah prioritas pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto.
Blusukan ke daerah menjadi gaya khas Gibran sejak masih menjabat Wali Kota Solo.
Baca Juga: Membangun Karir di Dunia Maritim: Profil Jurusan NKN SMK KAL 2 Surabaya, Lulusan Siap Jadi Perwira
Kini, sebagai Wapres, gaya itu tetap ia pertahankan.
Tak segan turun ke lapangan, menyalami warga, dan berdialog dengan pedagang di pasar tradisional.
Di Manokwari, Gibran sempat berbincang dengan sejumlah mama-mama Papua yang menjajakan hasil bumi di pinggir jalan.
Langkah Gibran ini dinilai sebagai angin segar bagi gaya kepemimpinan nasional.
Di tengah citra politik yang sering dianggap kaku dan elitis, Gibran tampil santai, lugas, dan mudah berbaur.
Ia kerap menanggapi warga dengan humor ringan, tanpa kehilangan wibawa sebagai pejabat negara.
Kunjungan ke Manokwari menjadi bagian dari agenda kerja Wapres.
Untuk memastikan program percepatan pembangunan Papua berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo.
Baca Juga: Apakah Sering Diberi Bansos Dapat Membuat Orang Malas Bekerja? Mitos atau Fakta?
Pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Dalam pertemuannya dengan pemerintah daerah, Gibran menyoroti pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah.
Gibran menegaskan pembangunan Papua tidak bisa hanya mengandalkan Jakarta.
"Harus melibatkan masyarakat lokal dan tokoh adat,” ujarnya, dikutip dari Republika 4 November 2025.
Baca Juga: Pelayanan SKCK Polsek Ciputat Timur Tuai Pujian dari Kalangan Muda
Ia juga menekankan pentingnya memberdayakan generasi muda Papua.
Gibran mendorong pelatihan digital, pengembangan UMKM, dan dukungan bagi wirausaha lokal agar bisa bersaing secara nasional.
Penyambutan Gibran di Manokwari berlangsung hangat dan penuh warna budaya.
Warga menampilkan tarian Yospan dan tabuhan tifa, simbol kehormatan bagi tamu penting.
Momen itu menggambarkan keakraban antara pemimpin dan rakyat.
Sekaligus menegaskan betapa kuatnya semangat persatuan di Tanah Papua.
Di sela kegiatan, Gibran juga menyapa masyarakat di pasar tradisional dan meninjau proyek jalan penghubung antarwilayah.
Sikap ramah dan santainya membuat warga berebut untuk bersalaman dan berfoto.
Kehadiran Gibran di Papua Barat menjadi simbol gaya baru kepemimpinan pemerintahan saat ini lebih muda, terbuka, dan berorientasi aksi.
Gibran memanfaatkan media sosial untuk membagikan kegiatannya.
Dengan membangun kedekatan publik, dan menunjukkan transparansi kerja pemerintah.
Dalam banyak kesempatan, Gibran mengajak generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Ia percaya, perubahan besar dimulai dari semangat kolaborasi antara pemimpin dan rakyat.
Baca Juga: Dari PANDU hingga Tanah Abang Baru, Begini Peta Mobilitas di Tahun Pertama Prabowo
Kunjungan kerja ke Manokwari bukan sekadar agenda politik.
Melainkan refleksi gaya kepemimpinan muda yang membumi.
Lewat langkah konkret dan komunikasi yang sederhana.
Gibran Rakabuming Raka mencoba menghapus jarak antara pejabat dan rakyat.
Kehadirannya di Papua Barat menjadi pesan bahwa pembangunan Indonesia harus merata, dari barat hingga timur.
Dan di tengah tantangan zaman, sosok muda seperti Gibran menunjukkan.
Bahwa pemimpin masa kini bukan hanya bicara, tapi turun langsung ke lapangan.***




