POJOKSATU.id, JAKARTA— Polres Bitung telah menetapkan status siaga satu di Kota Bitung imbas bentrok massa Pro Israel dan Pro Palestina, Sabtu sore (25/11). Kota Bitung sempat kacau.
Dengan status Kota Bitung siaga satu, aparat gabungan memperketat pengamanan di perbatasan Bitung demi mencegah kekacauan meluas.
Penetapan Kota Bitung status siaga satu mulai dilaksanakan Sabtu malam untuk mencegah Kota Bitung tambah kacau.
Pengamanan aparat gabungan ini mulai BKO Polda Sulut, Brimob, Marinir atau TNI dan Polres Bitung sendiri.
"Iya kita siaga satu lah malam ini," ungkap Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa, Sabtu malam.
Baca Juga: Selain Marco Karundeng, Polisi juga Dituntut Tangkap Michael Rempowatu Buntut Bentrok di Kota Bitung
Dia mengatakan aparat gabungan disiagakan dalam rangka pengamanan di sejumlah titik di Bitung. Patroli dalam kota ditingkatkan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Dimana personel Polres terdiri 430 orang, BKO dari Polda Sulut sekitar 200. Ada juga personel Brimob, TNI dan Marinir.
AKBP Tommy juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres yang berbatasan dengan Bitung untuk melakukan penyekatan, daerah tersebut adalah Minahasa Utara.
Kronologi Bentrok Ormas di Bitung
Massa aksi bela Palestina terlibat bentrok dengan salah satu ormas di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Baca Juga: Profil Marco Karundeng, Usai Bentrok di Kota Bitung dan Viral Orang dan Akun Facebook Menghilang
Kapolres mengatakan insiden berawal saat salah satu ormas merayakan HUT ke-12 di wilayah GOR Dua Saudara, Bitung, Sabtu (25/11/2023) sore.
Acara HUT ke-12 dari Ormas yang disebut Laskar Manguni ini telah mendapatkan izin resmi baik dari Kesbangpol dan juga kepolisian.
Tak lama kemudian, massa aksi bela Palestina melintas di lokasi. Hingga akhirnya diduga terjadi kesalahpahaman berujung bentrokan.
"Mungkin dari video yang sudah dilihat adanya aksi dari LSM tertentu terkait dengan kemanusiaan, terkait dengan peristiwa di Gaza sehingga ada beberapa spontanitas," kata Kapolres.
Namun Tommy mengaku belum bisa merinci terkait motif bentrokan. Dia mengatakan pihaknya masih terus mendalami.***




