POJOKSATU.id, JAKARTA-- Harga Bitcoin naik 3,01 persen menjadi 69.130 Dolar AS dalam 24 jam terakhir atau mendekati 70.000 Dolar AS.

Sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan total kapitalisasi pasar kripto yang naik 2,45 persen.

Dikutip dari CoinMarketCap, Senin 6 April 2026, pergerakan Bitcoin mengikuti tren pasar secara keseluruhan, menunjukkan bahwa kenaikan didorong oleh faktor makro.

Lonjakan ini semakin diperkuat oleh tekanan di pasar derivatif, di mana minat terbuka meningkat 8,73 persen dan terjadi likuidasi besar, menandakan banyak posisi short berleverage terpaksa ditutup.

Baca Juga: Rismon Sianipar Bantah Tuduh Jusuf Kalla Bayar Rp 5 M ke Roy Suryo Cs, Itu Video Olahan AI Semua

Secara teknis, Bitcoin berhasil menembus level Fibonacci 50 persen di 68.069 Dolar AS, dengan indikator RSI di atas 70 yang menandakan momentum kuat.

Data on-chain menunjukkan para whale telah mengakumulasi sekitar 10.000 BTC senilai lebih dari 660 juta Dolar AS beberapa hari terakhir, menambah permintaan mendasar untuk harga Bitcoin.

Fokus pasar saat ini adalah dimulainya kembali perdagangan futures dan ETF CME pada Senin, 6 April, yang akan menjadi uji likuiditas pasar.

Level support kunci berada di 68.069 Dolar AS; jika harga bertahan di atasnya, jalur menuju 71.500 Dolar AS hingga 81.200 Dolar AS terbuka.

Baca Juga: Lagi Viral! Cara Bikin Versi Kartun Dirimu di Gemini Plus 10 Prompt AI Caricature yang Siap Pakai

Namun, jika tembus di bawah level ini, harga berpotensi menguji support utama berikutnya di 67.234 Dolar AS.

Efek Donald Trump

Berdasarkan data terbaru dari Investing.com, harga Bitcoin terpantau nangkring di level $70.166,0, atau naik sekitar 1,89% dalam waktu singkat.

Pergerakan liar ini terjadi di tengah tensi geopolitik dunia yang sedang memanas.

Usut punya usut, salah satu pemicu utama "ledakan" harga ini adalah berita dari Amerika Serikat.

Mengutip laporan dari Investing.com, Bitcoin naik lebih dari 3,6% ke kisaran $70.700 setelah Donald Trump dikabarkan menunda serangan ke Iran selama lima hari.

Keputusan ini memberikan napas lega bagi pasar keuangan global yang sempat tercekam kekhawatiran perang.

Tak hanya faktor Trump, aksi "paus" kripto juga memperkuat dominasi Bitcoin.

Strategy Inc. milik miliarder Michael Saylor dilaporkan kembali menyerok Bitcoin senilai $76,5 juta hanya dalam minggu ini saja.

Langkah agresif ini menyusul pembelian jumbo sebelumnya yang mencapai $1,6 miliar pada periode awal Maret.***