Bisa Lebih Dekat dengan Kemenangan, Ini Sosok Cawapres Cocok untuk Anies Baswedan
POJOKSATU.id - Sejumlah nama kandidat cawapres Anies Baswedan bermunculan meski sampai saat ini belum ada yang diumumkan.
Hanya saja ada beberapa nama yang dinilai cukup kuat berpotensi mendampingi Anies di Pilpres 2024 mendatang.
Nama baru yang muncul adalah Yenny Wahid, putri alamarhum Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Namun sebelum nama-nama kandidat cawapres Anies bermunculan, nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah lebih dulu mengemuka.
Bahkan disebut-sebut AHY adalah kandidat yang memiliki potensi cukup besar mendampingi Anies.
Salah satu bekal yang dimiliki putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu lantaran ia adalah posisinya di Demokrat.
BACA JUGA: Yenny Wahid jadi Cawapres Anies Baswedan Bisa Menang Banyak dari NU dan Gusdurian, AHY Dicoret ?
Dengan demikian, secara otomatis AHY sudah memiliki mesin politik.
Jika AHY benar jadi pendamping Anies, maka mesin politik itu tentu saja akan secara otomatis bekerja.
Demikian ulasan pengamat politik Yusak Farchan ketika membandingkan antara AHY dengan Yenny Wahid.
"Potensi kemananganya kuat, mesin politik Demokrat akan hidup jika AHY cawapres," kata Yusak dihubungi di Jakarta, Senin 3 Juli 2023.
BACA JUGA: Ditanya Soal Cawapres Gibran, Prabowo Beri Jawaban Menohok
Kendati demikian bukan berarti Yenny Wahid tidak memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan AHY.
Sebab, Yenny selama ini dianggap sebagai sosok representasi Gus Dur di kalangan warga Nahdliyin atau Nashlatul Ulama.
Demikian pula di basis massa Gusdurian.
Hal tersebut juga menjadi modal untuk menambah kantong-kantong suara mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
BACA JUGA: Keputusan Andika Perkasa Sudah Bulat Siap jadi Cawapres Ganjar Pranowo
"Yenny juga pendukungnya banyak di kalangan NU, basis suaranya cukup menjanjikan," ujarnya.
Namun, Dekan FISIP Universitas Sutomo ini menambahkan, bursa cawapres sampai saat ini masih sangat dinamis.
Akan tetapi potensi perkawinan antara capres dengan kandidat cawapres sudah mulai terlihat.
"1 bulan sebelum pendaftaran capres-cawapres saya kira akan mulainya mengerucut petanya," pungkasnya. (Mufit/Pojoksatu)




