POJOKSATU.id, Serang - Disaat Provinsi Banten meraih juara bertahan angka pengangguran tertinggi se-Indonesia dan tingginya angka kemiskinan, DPRD Banten justru telah membeli sebuah mobil mewah jenis Pajero Sport yang disulap menjadi ambulans.
Hal tersebut langsung mendapat kritik pedas dari Ketua Komisi V DPRD Banten Yeremia Mendrofa.
Yeremia menilai, pembelian mobil mewah hanya untuk dijadikan ambulans dinilai berlebihan. Apalagi, Sekretariat DPRD Banten bukan dinas terkait.
Baca Juga: Yeremia Mendrofa: Banten Jadi Juara Umum Pengangguran di Indonesia
Harusnya, fungsi dan urgensi harus menjadi pertimbangan dalam mengeluarkan kebijakan pembelian mobil mewah untuk dijadikan ambulans.
"Bagi saya kalau pengadaannya Setwan masih terlalu berlebihan. Kalau dari anggaran dilihat urgensinya, apakah ada kasus tiba-tiba sakit harus butuh ambulans,” kata Ketua Komisi V Yeremia Mendrofa, Rabu (10/05/2023).
Yeremia hingga saat ini mempertanyakan alasan pengadaannya berada di Sekretariat DPRD Banten.
"Kenapa tidak di dinas teknis,” ujarnya.
Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui lebih detail tentang perencanaan pengadaan mobil mewah dengan kebutuhan di lingkungan DPRD Banten.
"Saya belum bisa berkomentar lebih lanjut. Tapi terus terang saya lihat ambulans, tapi belum tahu punya siapa. Termasuk alasannya. Tapi kata saya berlebihan, kenapa harus ada,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti menyebutkan, pengadaan mobil mewah jenis pajero menggunakan sumber anggaran Pemprov Banten.
"Setelah di konfirmasi itu pengadaan Pemprov, dan itu plat sementara,” paparnya.
Sementara terkait dengan plat nomor yang masih B, Rina menyebutkan sifatnya hanya sementara dan akan disesuaikan menjadi plat merah.
"Ya sementara nanti diurus langsunh ke plat A. Ini plat dealer plat sementara, untuk izin jalan dari dealer ke pembeli, plat dasarnya bukan merah, mungkin nanti kalau sudah jadi menjadi plat dasar merah tulisan putih," ungkapnya. (Dinar/Pojoksatu)



