POJOKSATU.ID-Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri menganalisa insiden anggota Paspampres atau TNI yang telah menewaskan pemuda asal Aceh, Imam Masyku usai menculik korban di kediamannya di Ciputat, Tangerang.
Menurut Reza, setiapa kali tindak kejahatan yang dilakukan oleh personel bersenjata. Satiap itu pula akan berdampak kepada institusi yang mewadahinya.
"Setiap kali terjadi perbuatan pidana yang berat oleh personel lembaga yang bersenjata, saya selalu katakan bahwa kejadian dimaksud seharusnya berdampak pula terhadap organisasi," kata Reza saat dihunungi pojoksatu.id, Senin, 28 Agustus 2023.
Baca Juga: Netizen Wajib Tahu! Tantangan Kesehatan Mental dalam Era Media Sosial
Karena itu, Reza bertanya-tanya apa yang melatarbelakangi para pelaku oknum TNI melakukan perbuatan nekat tersebut.
Apakah faktornya karena hanya disebabkan karena ekonomi, padahal terduga pelaku merupakan TNI yang mempunyai penghasilan setiap bulannya.
"Jadi, di samping pertanggungjawaban individual si pelaku, institusi tempatnya bekerja harus berpikir, apa penyebab personelnya melakukan perbuatan onar?," ujarnya.
Baca Juga: Strategi Menjadi Lebih Bahagia dengan Mengenal Diri Sendiri dan Mencegah Perbandingan Sosial
Belum lagi, lanjutnya, para pelaku merupkan anggota Paspampres. Di mana orang-orang awam akan beranggapan bahwa anggota Paspampres adalah berisikan orang-orang berkualitas dan berintegritas
"Nalar awam, Paspampres berisikan orang-orang kualitas satu. Kompetensi, integritas, moralitas, semuanya sudah teruji dan berstandar tinggi," ujarnya.
"Nah, apa gerangan yang menyebabkan orang dengan kaliber 'sempurna' semacam itu sampai melakukan perbuatan jahat (terindikasi sebagai pembunuhan berencana secara berkelompok)," tegasnya.
Baca Juga: Memahami Esensi Kepemimpinan dan Kepercayaan Diri: Mendalami Keunikan Prinsip Alpha Female
Seperti diketahui, seorang warga sipil berinisial IM (25 tahun) harus kehilangan nyawanya usai diculik dianiaya hingga tewas oleh oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berinisial Prama RM.
Peristiwa penculikan pria asal Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh itu terjadi pada hari Sabtu, 12 Agustus 2023 lalu di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Dari kesaksian warga, pelaku penculikan berjumlah sekitar tiga orang. Para pelaku datang langsung membawa pergi korban menggunakan mobil secara paksa. Kemudian rentang waktu pukul 19.00 WIB-20.00 WIB.
Teranyar, tiga anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya pemuda asal Aceh, Imam Masykur.
Kasus pembunuhan ini diduga dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi. Para pelaku diduga mengharapkan uang tebusan dari aksi menculik Imam.
"Motifnya) yang tebusan," kata Danpomdam Jaya Jayakarta, Kolonel Ckm Irsyad Hamdie Bey Anwar. ***

.webp)

