Bikin Kontroversi Lagi, Panji Gumilang Kutip Injil Sebut Nabi Adam Bukan Manusia Pertama Ciptaan Allah


POJOKSATU.id, JAKARTA - Tak henti-hentinya pimpinan tertinggi Ponpes AL Zaytun Indramayu Syekh Panji Gumilang membuat kontroversi.

Setelah beberapa waktu lalu ramai salat Idul Fitri, kali ini Panji Gumilang mengaku ragu bahwa Nabi Adam bukan manusia pertama yang diciptakan Allah.

Pernyataan Panji Gumilang ini jelas bertentangan dengan Alquran sebagaimana dalam surah Al Baqarah 30-39.

Dalam surah itu disebutkan bahwa manusia pertama yang diciptakan Allah adalah Nabi Adam.

Yang lebih lagi adalah, Panji Gumilang mendasari pernyataannya itu berdasarkan kitab Injil.

Untuk diketahui, beberapa waktu terakhir Ponpes Al Zaytun Indramayu kembali menjadi sorotan publik.

BACA JUGA: Profil Syekh Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Ternyata Pernah jadi Penjual Telur

Hal itu berkenaan dengan berbagai kontroversi dan hal-hal yang dinilai bertentangan dengan Islam.

Bahkan netizen pun bertubi-tubi menghujat Al Zaytun dan Panji Gumilang atas berbagai kontroversi tersebut.

Netizen juga selalu menyinggung Al Zaytun yang selalu dikait-kaitkan dengan gerakan pemberontakan NII atau Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah (NII KW) 9 di Jawa Barat.

Bahkan netizen juga mempercayai, sosok imam besar NII KW 9 yang bernama Abu Maarik alias Abu Toto alias Syamsul Alam alias Abdus Salam, yang diyakini merupakan nama lain Panji Gumilang.

Pernyataan Panji Gumilang ragu Nabi Adam manusia pertama yang diciptakan Allah itu sebagaimana video yang diunggah akun @Asya77 di Snack Video.


Panji Gumilang marah


Awalnya, alumni Ponpes Gontor itu enggan menanggapi hujatan publik kepada dirinya dan ponpes yang ia dirikan.

Akan tetapi, lama kelamaan ia merasa jengkel karena tudingan-tudingan yang diarahkan itu seperti fitnah.

Karena itu Panji Gumilang menganggap mereka yang menghujat melalui media sosial itu bukan manusia.

BACA JUGA: Jawaban Syekh Panji Gumilang Ditanya Dahlan Iskan Kenapa Baru Tahun Ini Salat di Al Zaytun Berjarak

"Apa yang harus disesali, lah wong yang komentar itu bukan manusia," ucap Panji Gumilang.

Karena wajah para penghujat itu tak nampak, Panji menyamakan mereka seperti makhluk halus.

"Saya manusia, maka saya punya tanah (menginjak bumi). Lah, yang itu, kan nggak pijak tanah, wajahnya saja nggak nampak," sambungnya.

Karena itu ia meyakini bahwa mereka yang menyebut dirinya dan Al Zaytun sesat tidak lain adalah setan, jin dan demit.

"Itu namanya jin, setan rayangan, demit," balasnya.

Karena itu ia memilih untuk tak menggubris omongan dan tudingan miring yang dialamatlkan kepadanya dan Al Zaytun.

BACA JUGA: Terungkap Sejarah Syekh Panji Gumilang Namakan Ponpes Al-Zaytun, Anda Pasti tak Menduga

Sebaliknya, dirinya dan Al Zaytun akan terus bergerak, berkembang dan terus hidup.

"Mau hidup, bergerak. Kamu tidak bergerak, tidak hidup. Lah, kan, begitu, toh," tegasnya.

Dia juga mengaku tidak bersedih mengatahui hujatan dan tudingan yang dilakukan melalui media sosial itu.

Ia juga tak mau ambil pusing dengan pihak-pihak yang selalu mempermasalahkan dan menetang pemikirannya yang ia terapkan di Al zaytun.

"Dunia maya itu tidak punya bumi. Untuk apa kita dibuat sedih oleh orang-orang yang menentang kita. Karena hidup ini tidak akan sepi dari kawan yang setia dan kawan yang memusuhi," ucapnya.

 

Mengutip Injil


Dalam video yang diunggah @Asya77, Panji Gumilang menyatakan Nabi Adam jelas belum tentu memang menjadi manusia pertama.

"Adam, yang kita sering mengatakan bahwa manusia pertama, bisa jadi betul, juga bisa jadi meleset," ucap Panji Gumilang.

BACA JUGA: Dari Mana Ponpes Al-Zaytun Dapat Duit Segitu Banyak sampai Bikin Curiga?

Pria kelahiran Gresik, Jawa Timur itu menegaskan bahwa pernyataannya dikutip dari kitab Injil, bukan dari Alquran.

"Kalau cerita dari Al Kitab, baik itu Al Kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, maupun perjanjian yang paling kini," kata dia.

Dia lantas menjelaskan bagaimana proses terciptanya manusia pertama didasarkan dari Al Kitab.

"Bahwa Adam itu diciptakan dari debu atau tanah. Kemudian terciptalah makhluk yang namanya Adam itu,” ujar Panji.

Akan tetapi ada sedikit perbedaan pada Kitab Perjanjian Lama.

BACA JUGA: Alasan Alat Bukti Kurang, Kasus Pencabulan Oleh Pengasuh Pondok Pesantren di Indramayu Dihentikan

"Kalau Perjanjian Lama itu sedikit menggambarkan bahwa penciptaan Adam laksana orang membuat keramik berbentuk manusia," sambungnya.

Berdasarkan Kitab Perjanjian Lama yang dikutipnya itu, Panji Gumilang menyebut bahwa ruh ditiupkan melalui hidung.

Jadi, bagaimana menurut Anda? (Guruh/Pojoksatu)

Berita dan konten menarik lainnya dari Pojoksatu.id bisa dibaca di Google News