POJOKSATU.ID – Bank Indonesia menegaskan bahwa sinergi Investor Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU) telah mendorong efektivitas promosi investasi dan perdagangan nasional sepanjang 2024.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyatakan bahwa integrasi ketiga unit tersebut menjadi strategi utama dalam menarik investasi baik di dalam maupun luar negeri.

"Bank Indonesia telah memfasilitasi 26 event promosi investasi, yang mencakup 67 proyek investasi dengan dukungan dari 15 Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPwDN). Ini menunjukkan bahwa Jawa Barat dan Indonesia secara umum semakin kompetitif di mata investor global," ujar Muslimin.

Baca Juga: PGRI Karawang Laporkan Bro Ron ke Polisi dan Siapkan Aksi Besar-Besaran

Dalam promosi investasi luar negeri (LN), BI terlibat dalam berbagai forum strategis, seperti Indonesia-Australia Investment Forum, Indonesia-Netherlands Trade Mission, Indonesia Investment Forum in Tokyo, hingga ASEAN Conference.

Sementara di dalam negeri (DN), 13 business forum telah digelar dengan komitmen investasi berupa Letter of Intent (LOI) senilai Rp49,6 triliun dan Memorandum of Understanding (MoU) sebesar Rp26,1 triliun. Salah satu proyek yang menarik perhatian adalah Subang Smartpolitan dengan investor dari BYD Company, Tiongkok.

Bank Indonesia juga menekankan pentingnya integrasi IRU-RIRU-GIRU dalam memetakan peluang investasi.

"Kami melakukan peta supply-demand untuk memastikan proyek yang ditawarkan siap dan sesuai dengan kebutuhan investor. Selain itu, kegiatan promosi bersifat synergized, targeted, dan outcome-oriented untuk hasil maksimal," tambah Muslimin.

Baca Juga: Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Tropodo Sidoarjo

Dari segi distribusi investasi, Jawa Barat menjadi destinasi utama dengan 52% proyek, disusul Jawa Timur (16%), Sulawesi Utara (14%), dan daerah lainnya (14%). Sektor unggulan yang ditawarkan meliputi industri manufaktur, energi baru terbarukan, ekonomi digital, pariwisata, dan infrastruktur.

Muslimin menegaskan bahwa keberlanjutan investasi akan terus dikawal melalui evaluasi berkala terhadap kesiapan proyek, efektivitas promosi, serta monitoring minat investor.

"Kami berkomitmen untuk menjadikan Jawa Barat dan Indonesia sebagai pusat investasi unggulan dengan kebijakan yang mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. ***