POJOKSATU.ID – Bank Indonesia menegaskan bahwa fokus investasi di sektor prioritas akan menjadi kunci pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% per tahun.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong investasi strategis di berbagai sektor guna meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
"Sektor prioritas seperti energi baru terbarukan, industri hilirisasi, manufaktur berorientasi ekspor, serta ekonomi digital dan data center menjadi pilar utama dalam menarik investasi," ujar Muslimin.
Berdasarkan data Bank Indonesia, sektor energi baru terbarukan memiliki total potensi 3.687 GW dengan kapasitas terpasang saat ini mencapai 13,1 GW. Di sektor hilirisasi, pemerintah telah menyiapkan peta jalan investasi untuk 28 komoditas di delapan sektor dengan potensi investasi mencapai USD 618 miliar.
Baca Juga: Jawa Barat Catatkan Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp251,1 Triliun
Industri manufaktur juga menjadi fokus utama dengan peluang besar untuk masuk ke rantai pasok global (Global Value Chain/GVC). Sementara itu, ekonomi digital dan pusat data diproyeksikan berkembang pesat dengan nilai pasar mencapai USD 210-360 miliar pada 2030 dan pertumbuhan tahunan 5,9% sepanjang 2024-2029.
Selain itu, ketahanan pangan juga mendapat perhatian serius dengan pengembangan Rice Estate serta produksi gula dan bioetanol di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Investasi di sektor kesehatan, pendidikan, dan kejuruan turut didorong, termasuk insentif Super Deduction Tax 200% bagi pendidikan kejuruan serta pengembangan kawasan ekonomi khusus di Banten dan Jawa Timur.
Muslimin menambahkan, target Net Zero Emission (NZE) menjadi agenda besar dengan investasi di teknologi CCS/CCUS serta pembangunan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB).
"Dukungan investasi hijau ini akan mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan ekonomi," kata dia.
Baca Juga: MIND ID Ukir Sejarah Baru: Kirim Emas Perdana Freeport ke ANTAM, Dorong Hilirisasi Nasional
"Dengan strategi investasi yang terarah dan dukungan kebijakan yang kuat, Bank Indonesia optimistis bahwa Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan," tutupnya.***



