POJOKSATU.id — Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan pengawasan terhadap aspek keamanan makanan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Upaya tersebut ditujukan untuk memastikan hidangan yang diterima masyarakat, khususnya anak-anak, diproses melalui dapur yang memenuhi ketentuan kebersihan dan sanitasi.
Data hingga 10 Agustus 2026 mencatat ada 504 dapur MBG yang telah dihentikan operasionalnya secara permanen di sejumlah daerah.
Baca Juga: Ayam Goreng Bawang Putih Gagal Crispy? Begini Trik Gorengnya Biar Renyah dan Tidak Lengket
Keputusan tersebut diambil setelah dapur yang bersangkutan dinilai tidak memenuhi persyaratan sanitasi berdasarkan laporan Dinas Kesehatan yang diteruskan melalui Kementerian Kesehatan.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa penutupan ratusan dapur tersebut menjadi bagian dari langkah pengawasan untuk menjaga keselamatan penerima manfaat selama program berjalan.
Ia menegaskan bahwa dapur yang belum memenuhi standar sanitasi tidak dapat terus digunakan untuk menyediakan makanan MBG.
Baca Juga: Desil 9 dan 10 Berpotensi Tak Bisa Beli Pertalite, Begini Cara Menentukannya
Oleh sebab itu, BGN memutuskan menghentikan operasional dapur tersebut secara permanen guna menghindari potensi risiko terhadap penerima manfaat.
Sementara itu, sekitar 3.000 dapur MBG lainnya masih menjalani tahapan verifikasi dan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing.
Proses tersebut dilakukan untuk menilai apakah setiap dapur telah memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan sebelum mendapatkan kelayakan untuk menjalankan program.
Baca Juga: Ini Skuad Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Mampukah Akhiri 7 Tahun Puasa Gelar Juara Dunia?
Hasil pemeriksaan dari pemerintah daerah nantinya akan menjadi dasar bagi BGN dalam menentukan langkah selanjutnya.
Sudaryono mengingatkan agar proses pemeriksaan tidak dilakukan sekadar untuk mempercepat pembukaan layanan, tetapi tetap harus mengikuti ketentuan keamanan pangan.
Menurutnya, persoalan sanitasi tidak dapat dipandang sebelah mata karena menyangkut keselamatan penerima makanan MBG.
Ia juga menekankan bahwa perlindungan terhadap penerima manfaat harus menjadi perhatian utama, mengingat anak-anak termasuk kelompok yang banyak menerima manfaat program tersebut.
Baca Juga: Bukan Cuma Bangladesh, 5 Negara Ini Diisukan Bakal Gantikan Timnas India di FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan demikian, dapur yang belum memenuhi standar tidak akan dibiarkan beroperasi sebelum dinyatakan layak.
BGN turut memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dan jajaran Dinas Kesehatan yang ikut melakukan pengawasan serta membantu proses pemeriksaan dapur MBG di berbagai daerah.
Selain itu, BGN kembali menyatakan komitmennya untuk menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kejadian keracunan dalam pelaksanaan MBG.
Pengawasan akan terus diarahkan pada kualitas makanan, kebersihan fasilitas, serta pemenuhan standar sanitasi untuk menekan potensi terjadinya masalah keamanan pangan.
Pemeriksaan terhadap ribuan dapur yang masih berlangsung menjadi bagian dari upaya BGN memastikan seluruh penyelenggara MBG memenuhi standar yang berlaku.
Keamanan pangan pun tetap ditempatkan sebagai salah satu syarat utama agar sebuah dapur dapat terus menjalankan layanan Program Makan Bergizi Gratis.***




