POJOKSATU.ID - Sebanyak Rp268 triliun akan digelontorkan untuk Badan Gizi Nasional (BGN) berdasarkan lampiran draf final rancangan Undang-Undang APBN 2026.
Besaran itu membuat BGN menjadi lembaga paling banyak mendapatkan sokongan dana dari APBN.
Hal ini membuat publik mempertanyakan kinerja dari Kepala BGN Dadan Hindayana.
Sebagaimana diketahui, sebagai penanggung jawab program MBG, sudah ada lebih dari 5.600 pelajar yang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG, dari Januari hingga 18 September 2025.
Kabarnya, di akhir bulan September ini angka tersebut naik mencapai 6.000 pelajar yang alami gejala keracunan.
Pria kelahiran Garut ini merupakan akademisi yang ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal program MBG.
Baca Juga: 5 Laptop Core i5 Murah untuk Pelajar, Pilihan Baru dan Bekas yang Tetap Tangguh
Sebagai seorang akademisi, harta kekayaannya tak berlimpah seperti pejabat dan pengusaha yang terjun ke dunia politik
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Dadan memiliki harta sebesar Rp9 miliar, tanpa utang sepeser pun.
Pria yang pernah jadi dosen Program Studi Pascasarjana Entomologi atau ilmu yang mempelajari tentang jenis dan kehidupan serangga ini memiliki 2 aset properti di Bogor.
Baca Juga: Transformasi Digital: Resolusiweb Dorong Bentang Advertising Semakin Eksis di Pasar Nasional
Properti tersebut berupa tanah dan bangunan dengan total keduanya mencapai Rp5,9 miliar.
Selain itu, di garasinya terdapat 3 unit mobil yang terparkir, yaitu Honda HR-V, Mazda CX-3, dan Mazda CX-5, dengan total semuanya Rp1,4 miliar.
Dadan juga memiliki harta bergerak senilai Rp322 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp1,4 miliar.
Baca Juga: Hakim Tipikor Medan Sebut AKBP Yasir Ahmadi Sekongkol dengan Topan Ginting dan Rasuli Efendi
Sebagai informasi, Dadan merupakan lulusan sarjana dari program studi Proteksi Tanaman IPB tahun 1990.
Pada tahun 1997, ia melanjutkan kuliah di Universitas Bonn, Jerman, dengan bidang studi Entomologi Terapan.
Baca Juga: Google Search Live, Era Baru Pencarian Informasi dengan Sentuhan AI, Seolah Berbincang Langsung
Lalu, ia pernah mengenyam pendidikan di Leibniz Universitat Hannover, Jerman, dan lulus tahun 2000.
Hingga akhirnya Dadan menyelesaikan pendidikan S3 di Institut Pertanian Bogor.***




