POJOKSATU.id, Kota Bandung – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, kembali mengenang masa kuliahnya saat menghadiri Kongres Nasional VII Ikatan Alumni Universitas Parahyangan (IKA Unpar) di Kota Bandung, Sabtu (7/9/2024).
Bey berbagi pengalaman berharga yang ia peroleh selama menjadi mahasiswa di Unpar, terutama mengenai integritas, kejujuran, dan pentingnya perencanaan yang matang.
"Di Unpar, saya belajar kehati-hatian, integritas, kejujuran, serta bagaimana merencanakan dengan baik. Mungkin hanya di Unpar, jadwal kuliah dan pengisian rencana studi begitu tertata rapi. Dari situ, saya belajar bahwa perencanaan yang baik itu penting dan tidak boleh gegabah,” ujar Bey Machmudin, mengenang.
Prinsip-prinsip yang ia pelajari di kampus ini, terutama tentang integritas, terus menjadi panduan dalam pengambilan keputusan Bey sebagai pejabat publik.
Baca Juga: Berdebat dengan Rocky, Silfester Bawa Orang Indonesia Timur, Said Didu : Ngapain Bawa-bawa Asal
Sebagai contoh, ia menegaskan pentingnya menjaga aturan dalam penerimaan peserta didik baru, meski ada tekanan eksternal. Menurutnya, nilai-nilai kejujuran dan konsistensi yang ia pegang erat berasal dari ajaran di Unpar.
"Saya tidak mau ada praktik sogok-menyogok. Saya masih menghadapi demo karena memegang teguh prinsip ini. Tapi dari Unpar, saya belajar bahwa selama kita konsisten dengan aturan, semuanya bisa ditegakkan," tambahnya.
Bey juga menyoroti peran penting Ikatan Alumni Unpar (IKA Unpar) dalam meneruskan nilai-nilai dasar universitas kepada generasi berikutnya.
"Tugas IKA ke depan adalah mengembalikan fondasi itu, menjadikan setiap lulusan Unpar sebagai sosok yang berdiri tegak, mandiri, dan maju," kata Bey.
Rektor Unpar, Tri Basuka Joewono, yang turut hadir dalam acara, menyambut baik pernyataan Bey Machmudin. Menurutnya, dengan 70.000 alumni, Unpar akan terus memberikan kontribusi besar bagi Indonesia dan dunia.
Baca Juga: 5 Pemain Kunci Timnas Australia yang Wajib Diwaspadai Indonesia, Termasuk Wonderkid Bayern Munich
"Kami memiliki alumni yang luar biasa, mereka adalah duta besar Unpar dan Indonesia," ujar Tri.
Ia juga optimis bahwa pengurus baru IKA akan semakin memperkuat kontribusi alumni dalam pembangunan, serta semakin mengharumkan nama Unpar.
Kongres Nasional VII IKA Unpar ini dihadiri oleh alumni dari berbagai angkatan, yang berkomitmen memperkuat kontribusi mereka bagi masyarakat dan bangsa.***




