POJOKSATU.id, ACEH—Sebanyak 82 desa di Aceh Tengah dan 59 desa di Bener Meriah, Provinsi Aceh belum bisa dilewati mobil atau kendaraan roda empat. Desa-desa ini masih terisolasi.
Desa-desa ini hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua. Bahkan beberapa desa tak bisa diakses sama sekali dengan kendaraan.
Padahal besok Senin (15/12) sudah tepat 21 hari bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera atau sejak 25 November lalu.
Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menyampaikan beberapa daerah di Aceh Tengah sudah bisa diakses kendaraan roda dua.
Namun, kondisi jalan berlumpur dan rusak parah membuat kendaraan roda empat belum dapat melintas.
“Masih ada 82 desa yang belum bisa diakses mobil. Beberapa hanya bisa dilewati sepeda motor dengan kondisi sangat terbatas,” ujar Mustafa kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).
Mustafa mengungkapkan, penyaluran bantuan di beberapa desa bahkan hanya dapat dijangkau dengan pengiriman logistik menggunakan helikopter.
“Untuk saat ini, sebagian besar bantuan, termasuk beras, terpaksa diangkut lewat udara. Ada desa yang sama sekali belum bisa ditembus kecuali dengan drop logistik menggunakan heli,” jelasnya.
Baca Juga: Skala Bencana Terlalu Besar, Pemerintah Aceh Minta Bantuan UNDP dan UNICEF
Sementara itu, berdasarkan data dari posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh per Sabtu (13/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh Tengah tercatat sebanyak 23 orang.
Adapun desa-desa yang hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua antara lain 20 desa di Kecamatan Bintang, sembilan desa di Kecamatan Ketol, 17 desa di Kecamatan Celala.
Kemudian tiga desa di Kecamatan Kute Panang, tiga desa di Kecamatan Silihnara, 11 desa di Kecamatan Rusip Antara, serta 19 desa di Kecamatan Linge.
Wilayah terdampak tersebut dihuni oleh sekitar 54.975 warga. Hingga kini, masyarakat setempat sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah, terutama kebutuhan pangan dan logistik yang harus didistribusikan melalui jalur udara.
Bener Meriah Terisolasi
Hingga Jumat 12 Desember 2025, sebanyak 59 desa di enam kecamatan di Bener Meriah masih terisolasi total.
Akibatnya, lebih dari 35 ribu warga di desa-desa tersebut saat ini kesulitan mendapatkan kebutuhan hidup dasar, termasuk pasokan air bersih, dan kini terancam kelaparan.
Sementara sekitar 8 ribu orang lainnya mengungsi di 58 lokasi pengungsian di Bener Meriah.
Dampak bencana di Bener Meriah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang sangat parah. Tercatat sebanyak 154 jembatan putus total, membuat akses warga terputus sepenuhnya.***




