POJOKSATU.ID – Kasus bentrokan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di kawasan Blora, Jawa Tengah kini telah berakhir.

Diketahui, ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya telah mencapai kesepakatan bersama.

Yang mana, keduanya sepakat untuk damai dengan saling memaafkan usai terlibat baku hantam.

Baca Juga: Maunya HUKUMAN MATI, Kata Ade Andriani Berharap Pelaku PEMBUNUHAN Suaminya Dihukum Setimpal, Pra Rekonstruksi Digelar, Gimbal Tunjukkan Lokasi Pisau

Hal ini dilakukan ormas PP dan GRIB Jaya kawasan Blora usai melakukan mediasi yang dipelopori pejabat pemerintah.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media jpnn.com pada Kamis (16/1/2025) yang membeberkan kasus tersebut.

Dalam artikelnya, kesepakatan ini terjadi lantaran adanya campur tangan dari Bupati Blora Arief Rohman.

Baca Juga: Buntut Kasus Bentrokan Ormas Pemuda Pancasila Vs GRIB Jaya di Blora: Korban Nyaris Meninggal Dunia

Arief menuturkan bahwa kesepakatan perdamaian ini guna memberantas kejahatan yang telah merusak beberapa fasilitas umum.

Terlebih, bentrokan ini juga berakhir tidak menyenangkan lantaran adanya korban yang harus dirawat dengan peralatan medis.

“Kita bersepakat, pada kesempatan ini ingin menyaksikan Ketua DPC GRIB Blora dan Ketua MPC PP Blora,” ucapnya.

Baca Juga: Gelar Anev Operasi Lilin 2024, Korlantas Polri Sebut Kasus Kejahatan dan Kecelakaan Turun Signifikan

“Untuk membuat surat pernyataan, yang nanti ditandatangani berdua, perdamaian Blora,” lanjutnya.

Arief juga menambahkan bahwa bentrokan yang telah terjadi dipastikan tidak akan terulang kembali.

Hal ini disampaikan Bupati Blora dihadapan para pimpinan kedua ormas hingga jajaran lapisan masyakarat.

Baca Juga: Bagikan Foto Terbarunya, Indah Permatasari Diduga Hamil Anak Kedua

“Mulai detik ini, kesepakatan telah kami buat, antara saya Ketua Pemuda Pancasila Blora dan Ketua GRIB Jaya Blora,” pungkasnya.

“Untuk kejadian kemarin, kami jadikan kejadian yang pertama dan yang terakhir,” lanut Bupati Blora. ***