POJOKSATU.id, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menanggapi dirinya yang sudah resmi bergabung menjadi anggota Nahdlatul Ulama (NU).
Prabowo mengaku sebuah kehormatan baginya menjadi anggota NU dan mengajak anggota NU bekerja keras di semua bidang.
“Ini sebuah kehormatan bagi saya untuk diundang kedua kali, juga secara resmi bergabung menjadi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU),” ujar Prabowo di akun Facebook pribadinya @Prabowo Subianto, Senin (31/8).
“Saya diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama, berarti NU bersama seluruh rakyat Indonesia, secara gotong royong, kita akan bekerja keras di semua bidang, dengan satu tujuan yaitu agar rakyat dapat hidup layak, agar rakyat bisa makan dengan baik, punya rumah dan penghasilan tiap bulan yang cukup,”katanya lagi.
Baca Juga: Gegara Kartu NU Prabowo Balik Lagi ke Muktamar NU, Candaan atau Sinyal 2029?
Dia juga mengucapkan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, dan juga kepada KH Miftachul Akhyar yang ditunjuk sebagai Rais Aam PBNU.
Menurutnya, NU telah memberi contoh kepada bangsa, bagaimana sebuah organisasi yang anggotanya, puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu, tapi bisa melaksanakan muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun.
“Saya kira itu yang paling penting,” ujarnya.
“Sekali lagi saya ucapkan, selamat atas pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, negara, bangsa dan umat menunggu darmabakti Nahdlatul Ulama, di hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun yang akan datang,” jelasnya lagi dalam akun ini.
Baca Juga: Pukul Kentongan, Prabowo Resmi Tutup Muktamar NU Jombang, Ini Kehormatan Besar Bagi Saya
Diketahui, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 sesuai hasil musyawarah Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Gus Kikin berlatarbelakang pengusaha dan saat ini ditunjuk menjadi Pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat 2020.
Setelah menyelesaikan sekolah menengah di Jawa Timur, Gus Kikin menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.
Setelah menempuh pendidikan pelayaran, ia bekerja di kapal sebagai Muallim. Dia lalu melanjutkan kariernya di BUMN.
Dia pernah dipercaya menjadi Kepala Cabang Cilegon dari PT Djakarta Lloyd.
Dan juga pernah menjabat pimpinan harian PT Djakarta Lloyd Cabang Medan.
Lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958, Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari jalur ibunya, mengalir darah keluarga KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.***




