POJOKSATU.id, JAKARTA—Beredar undangan rapat PBNU di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu malam ini (22/11).

Rapat ini menyikapi surat Majelis Syuriah PBNU yang bocor ke publik yang isinya meminta Ketua Umum PBNU periode 2022-2027 Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur dari jabatannya.

Dalam undangan yang beredar yang ditandatangani Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Faisal Saimima, PBNU mengundang seluruh ketua pengurus wilayah se-Indonesia untuk hadir dalam rapat koordinasi penting ini.

Surat undangan rapat koordinasi tertanggal 21 November 2025 ini menyebutkan bahwa pertemuan akan digelar di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu malam ini.

Baca Juga: Heboh Mahfud MD Bongkar Jatah 30% Kapolri, Serius Ini Polisi Simpan Nama Titipan?

Langkah ini menjadi lanjutan dari keputusan Rapat Harian Syuriah PBNU yang digelar sebelumnya di Hotel Aston Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Dalam risalah rapat yang ditandatangani Ketua Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, tertulis bahwa Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu 3 hari sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriah PBNU.

Kalau tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriah PBNU memutuskan memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU.

Baca Juga: Beredar Risalah Rapat Syuriah Bocor, Ketua Umum PBNU Periode 2022-2027 Gus Yahya Diminta Mundur 

Sekjen PBNU Buka Suara

Sebelumnya Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menanggapi dinamika yang sedang terjadi di lingkungan PBNU.

"Dinamika internal PBNU akan diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah dan penuh kehati-hatian," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya, Jumat, 21 November 2025.

Gus Ipul mengimbau seluruh pengurus NU di semua tingkatan mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga Ranting NU tetap tenang dan menjaga suasana tetap kondusif.

Ia menegaskan apa yang terjadi saat ini merupakan perkara organisasi biasa yang sedang ditangani oleh jajaran Syuriah PBNU sesuai mekanisme internal yang berlaku.

"Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman," ujar Gus Ipul.

"Ikuti seluruh perkembangan hanya melalui informasi resmi yang disampaikan jajaran Syuriah PBNU. Jangan terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya, " ujarnya lagi.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan para wakilnya. InsyaAllah semua akan diselesaikan dengan baik, proporsional, dan sesuai adab organisasi," kata Gus Ipul lagi.***