POJOKSATU.id, JAKARTA—Jumat pagi beredar info di Tiktok bahwa otak pelaku pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih Jaktim adalah seorang wanita bekas rekan korban.
Info disampaikan sebuah akun Tiktok @tempa.id. Namun polisi sendiri belum merilis siapa otak pelaku kasus ini.
Dari empat pelaku yang sudah ditangkap, kesemuanya berperan sebagai pelaku penculikan, bukan eksekutor atau dalang pembunuhan.
“Kasus pembunuhan terhadap Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta mulai terungkap,” kata akun ini dalam narasi videonya seperti dilihat Jumat (22/8/2025).
Baca Juga: Motif Pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Diduga Gara-gara Pinjaman Fiktif Rp 13 Miliar
Menurut akun ini, otak pelaku pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta adalah seorang wanita bekas rekan korban di BRI.
“Otak pelaku tak lain adalah bekas karyawan dari BRI. Ironisnya diduga otak pelaku adalah seorang wanita yang tak lain adalah bekas rekan kerja dari korban,” jelas pemilik akun ini lagi.
Pemilik akun ini juga mengungkap motif dari penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Jakarta Timur ini.
“Namun motif dari peristiwa ini bukan terkait hubungan personal, melainkan hubungan profesional yang terkait dengan pekerjaan mereka sebagai petugas bank,” katanya lagi.
Baca Juga: Keluarga Sebut Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta Dibuntuti Sebelum Dibunuh
Namun di akhir narasinya, pemilik akun menyebut, polisi belum memberikan keterangan resmi mengenai motif dan otak pelaku kasus ini.
“Polisi belum memberikan keterangan resmi mengenai benar tidaknya isu tersebut,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky, menyebut sudah ada empat pelaku yang berhasil ditangkap, namun satu orang yang diduga sebagai eksekutor utama masih buron atau belum tertangkap.
“Resmob Polda Metro Jaya yang menangkap. Untuk detail motif masih kami dalami,” katanya, Kamis (21/8).
Polisi menduga ada tiga kemungkinan motif pembunuhan dan penculikan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Jakarta Timur ini. Motif pertama ekonomi, kedua dendam pribadi, dan ketiga urusan pekerjaan.
“Namun, semuanya masih dalam proses penyelidikan lebih jauh. Motifnya belum bisa dipastikan, masih gelap,” kata Dicky.
Diketahui, keempat pelaku penculikan telah berhasil ditangkap aparat kepolisian di lokasi yang berbeda.
Salah satu pelaku RW ditangkap di Bandara NTT saat hendak melarikan diri keluar daerah. Sementara pelaku AT, RS, dan RAH ditangkap di sebuah rumah di Jalan Johar Baru III, Jakarta Pusat.***




