POJOKSATU.id - Sosok Budi Prasetyo semakin mencuri perhatian publik setelah menjabat sebagai Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tampil hampir setiap hari menjelaskan perkembangan kasus korupsi besar.
Seiring dengan meningkatnya ekspos media terhadap dirinya, publik pun mulai menyoroti satu hal penting.
Berapa sebenarnya total harta kekayaan pejabat KPK tersebut?.
Baca Juga: TPG Januari Sepi, Februari Menentukan, Maret Jadi Kunci! Ini Pola Baru Membaca Pencairan 2026
Pertanyaan itu terjawab melalui data resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang menjadi acuan wajib seluruh pejabat publik di Indonesia.
Berdasarkan penelusuran sejumlah media kredibel, total kekayaan Budi Prasetyo tercatat sekitar Rp 1,49 miliar.
Angka ini muncul dalam laporan terbuka yang memuat rincian harta bergerak, tidak bergerak, serta komponen lain yang wajib diungkapkan.
Baca Juga: Kades dan Sekdes Kompak Bikin LPJ Palsu, Dana Desa Rp 500 Juta Raib! Skandal Baru Guncang Nias
Namun, angka tersebut bukan berdiri sendiri. Media juga mencatat bahwa Budi melaporkan utang dengan nilai signifikan, mendekati Rp 1 miliar, sehingga kekayaan bersihnya berada di angka yang lebih rendah.
Fakta ini justru menarik perhatian publik karena menunjukkan bahwa pejabat KPK ini melaporkan harta dengan mekanisme transparan, sebagaimana diwajibkan oleh regulasi antikorupsi.
Selain laporan terbaru, sejumlah sumber pemantau LHKPN juga merekam catatan versi sebelumnya.
Baca Juga: TPG Januari Sepi, Februari Menentukan, Maret Jadi Kunci! Ini Pola Baru Membaca Pencairan 2026
Pada periode sekitar 2019, kekayaan bersih Budi sempat dilaporkan berada di kisaran Rp 271 juta.
Perubahan angka ini menunjukkan dinamika yang wajar dalam laporan kekayaan pejabat yang mengikuti perkembangan pendapatan, aset, maupun kewajiban finansial.
KPK sendiri selalu menegaskan bahwa pelaporan LHKPN bukan semata administrasi, melainkan bentuk transparansi pejabat negara untuk menjaga kepercayaan publik.
Dalam konteks itu, sorotan terhadap harta kekayaan Budi Prasetyo muncul justru karena perannya sebagai wajah komunikasi KPK di tengah ledakan kasus korupsi yang mencuri perhatian nasional.
Dengan semakin tingginya ekspos terhadap Budi, data LHKPN menjadi salah satu elemen penting yang diperhatikan publik dalam menilai integritas pejabat.
Baca Juga: TPG Januari Sepi, Februari Menentukan, Maret Jadi Kunci! Ini Pola Baru Membaca Pencairan 2026
Meski begitu, tidak ada media kredibel yang menyebutkan adanya kejanggalan dalam laporan kekayaannya.
Yang ada justru rasa penasaran publik yang makin besar terhadap figur baru yang kini berdiri di garis depan lembaga antirasuah.***




