POJOKSATU.id, TANGSEL - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengaku prihatin karena masih banyak armada truk sampah yang tak laik jalan tetap digunakan untuk mengangkut sampah.
Ditambah beberapa di antaranya armada truk sampah tersebut belum lama mengalami kecelakaan di Serpong. Benyamin mengaku bahwa semua usia kendaraan teknis itu sudah berusia uzur.
"Saya sudah mintakan ke dinas, karena truk sampah kita itu sudah sudah berusia lebih dari 5 tahun. Jadi pemeliharaan yang dilakukan bukan pemeliharaan besar, tapi pemeliharaan ringan, seperti suku cadang ban, oli," kata Benyamin saat ditemui di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/5/2023).
Menurutnya truk sampah yang sudah berkarat itu akibat akumulasi muatan yang menyebabkan karat. Untuk itu pihaknya berencana membeli truk baru agar pengangkutan sampah di Tangsel bisa maksimal.
"Tapi itu kan karat dari sampah itu sudah bertahun-tahun, ini menjadi bahan evaluasi kita untuk nanti pembaharuannya ada dua hal, yang pertama seperti suku cadangnya diganti atau kita memang beli truk baru aja," imbuhnya.
Selama ini, lanjut Benyamin, untuk pengangkutan sampah di Tangsel sebagian menggunakan sistem sewa. Untuk pengadaan truk baru, Benyamin mengaku hal itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena akan berproses panjang saat penganggaran.
Ditambah jumlah truk yang tersedia tidak sebanding dengan sampah yang dihasilkan tiap harinya.
"Sewa, sebagian sewa, kita sewa saja. Diserahkan kepada pihak ketiga karena kalau menunggu pengadaan itu prosesnya agak panjang. Kurang lebih tahun ini jumlahnya 10 truk kalau gak salah," tambahnya.
Benyamin menyebut Dinas Lingkungan Hidup Tangsel kerap menemui hambatan soal penanganan sampah. Hal itu disebabkan terbatasnya anggaran untuk menangani permasalahan sampah di Tangsel.
"Ya karena itu anggaran pemeliharaannya terbatas. Jadi seberapa besar pun hanya mengcover pemeliharaan ringan dan sedang. Tapi pemeliharaan berat untuk membongkar, mengganti bagian-bagian yang berkarat itu jarang," pungkasnya.
Reporter: Fandi



