POJOKSATU.ID – Situasi memanas pecah kembali di kawasan sengketa lahan Sukahaji, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu siang (3/12/2025). Dilansir dari Instagram @narasinewsroom

Kericuhan terjadi ketika warga setempat diserang oleh sekelompok ormas beratribut serba hitam yang tiba-tiba datang dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap warga.

Para anggota ormas itu tampak mengenakan pakaian hitam, memakai kacamata hitam, masker, hingga helm.

Baca Juga: Jalan Raya Dramaga jadi Langganan Macet, Pemkab Bogor Siapkan Langkah Besar Atasi Kemacetan Kronis

Mereka juga membawa kayu, batu, dan sejumlah benda tumpul yang diduga digunakan saat bentrok berlangsung.

Dalam rekaman video amatir yang beredar, kelompok tersebut memaksa warga untuk membubarkan diri disertai aksi pemukulan dan lontaran petasan ke arah kerumunan.

Yang menjadi sorotan, tidak terlihat adanya aparat kepolisian yang berjaga di lokasi saat bentrok berlangsung.

Baca Juga: Anak Sekolah Bisa Terima Rp 1,8 Juta dari Pemerintah Lewat PIP 2025, Ini Detailnya

Kondisi ini membuat warga ketakutan dan berusaha mencari perlindungan sambil menghindar dari lemparan benda-benda keras yang diarahkan kepada mereka.

Situasi baru mereda setelah kelompok ormas itu meninggalkan lokasi, sementara warga yang mengalami luka langsung mendapat pertolongan dari tetangga maupun relawan setempat.

Insiden ini menambah panjang daftar kekerasan yang dialami warga Sukahaji sepanjang 2025.

Berdasarkan catatan warga, setidaknya sudah empat kali mereka menjadi korban serangan fisik dalam konflik lahan yang belum juga terselesaikan.

Baca Juga: Tim Medis Gerakan Anak Negeri Susur sampai Dusun Terpencil di Tapanuli Selatan, Kondisi Penyitas Memprihatinkan, Pengungsi Krisis Air Bersih

Insiden tersebut tercatat terjadi pada 21 April, 29 Juli, 18 Oktober, dan kini 3 Desember. Rentetan kekerasan itu memperlihatkan pola serangan yang berulang dan semakin brutal.

Dalam serangan pertama pada April, massa ormas disebut menyerang posko warga menggunakan batu dan senjata tajam.

Beberapa warga mengalami luka cukup serius akibat benturan benda tumpul dan sabetan senjata.

Baca Juga: Cetak Sejarah Baru Nasional, Depok Rintis Musrenbang Posyandu demi Revolusi Data dan Layanan Kesehatan

Pada serangan kedua di bulan Juli, kelompok tak dikenal itu datang pada waktu dini hari, menyerang warga yang tengah beristirahat.

Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan diri karena serangan dilakukan secara tiba-tiba.

Serangan ketiga pada 18 Oktober bahkan berlangsung lebih lama.

Penyerangan terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari, saat sejumlah preman bersenjata tajam menghampiri posko yang dihuni ibu-ibu dan anak-anak.

Baca Juga: Bank Mandiri Percepat Distribusi 67.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Mereka terus bertahan di tengah ancaman penggusuran, namun menjadi korban intimidasi hingga fisik oleh kelompok yang sama.

Warga menilai pola serangan yang terjadi berulang kali ini bukan lagi insiden biasa, melainkan bentuk ancaman serius terhadap keselamatan mereka.

Banyak di antara warga yang mendesak pemerintah maupun aparat penegak hukum hadir secara maksimal untuk memberikan perlindungan, mengingat konflik lahan di Sukahaji sudah berlangsung lama dan sering kali memicu kekerasan.

Baca Juga: 5 Bansos Tambahan Cair Desember 2025, Selain BLT Kesra, Ini Daftar Bantuan untuk KPM

Hingga kini warga menunggu penanganan tegas dari pihak berwenang agar tindakan kekerasan serupa tidak kembali terjadi.

Mereka berharap konflik yang berkepanjangan ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum dan mekanisme yang adil, tanpa memberikan ruang bagi kelompok mana pun untuk melakukan tindakan intimidatif dan melanggar hukum.***