POJOKSATU.id - Indonesia terus berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggenjot produksi bensin yang dicampur dengan biofuel.
Biofuel adalah bahan bakar yang terbuat dari bahan-bahan yang dapat diperbarui, seperti tebu dan singkong.
Penggunaan biofuel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 56% jika dibandingkan dengan bensin.
Baca Juga: Hidrogen Bahan Bakar Masa Depan Kereta Api Tanpa Emisi Gas Buang
Saat ini, Indonesia telah berhasil memproduksi bensin yang dicampur dengan biofuel sebesar 20%. Pertamina berencana untuk meningkatkan persentase campuran biofuel menjadi 30% pada tahun 2025.
Peningkatan persentase campuran biofuel ini akan memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Mengurangi emisi gas rumah kaca: Biofuel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 56% jika dibandingkan dengan bensin. Hal ini karena biofuel terbuat dari bahan-bahan yang dapat diperbarui, seperti tebu dan singkong.
- Meningkatkan kinerja mesin kendaraan: Biofuel dapat meningkatkan kinerja mesin kendaraan, terutama pada kecepatan rendah. Hal ini karena biofuel memiliki angka oktan yang lebih tinggi daripada bensin.
- Menciptakan lapangan kerja: Industri biofuel dapat menciptakan lapangan kerja di bidang pertanian, perkebunan, dan manufaktur.
Baca Juga: Pertamina dan TEPCO Kerja Sama Kembangkan Hidrogen dan Amonia Rendah Karbon
Indonesia Berkomitmen untuk Menjadi Pemimpin Produksi Biofuel
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam produksi biofuel. Hal ini karena Indonesia memiliki luas lahan pertanian dan perkebunan yang luas, serta ketersediaan bahan baku yang melimpah.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk meningkatkan produksi biofuel menjadi 100% pada tahun 2050. Target ini tentu saja merupakan tantangan yang besar, tetapi saya yakin Indonesia mampu mencapainya.
Masyarakat Indonesia Perlu Dukung Pengembangan Biofuel.
Baca Juga: PLTU Sintang Kalimantan Barat, Revolusi Energi 100% Biomassa dan Fleksibilitas Bahan Bakar
Dukungan masyarakat Indonesia sangat diperlukan untuk mewujudkan target produksi biofuel 100% pada tahun 2050.
Masyarakat dapat mendukung pengembangan biofuel dengan menggunakan bahan bakar yang dicampur dengan biofuel.
Selain itu, masyarakat juga dapat mendukung pengembangan biofuel dengan membeli produk-produk yang terbuat dari bahan baku biofuel, seperti tebu dan singkong.
Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, saya yakin Indonesia akan dapat menjadi pemimpin dalam produksi biofuel dan mencapai target produksi biofuel 100% pada tahun 2050.***



