POJOKSATU.ID- Ketua Barikade 98, Benny Rhamdani menyebut Rocky Gerung merupakan antek-antek Amerika Serikat (AS) untuk mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut lantaran beberapa kebijakan Presiden Jokowi yang dianggap tidak mewakili kepentingan Amerika.
Salah satunya terkait program hilirisasi industri pengelolaan bahan mentah nikel dalam negeri.
Baca Juga: Turut Berduka Atas Meninggalnya Aktor Angus Clound, Zendaya Tulis Pesan Mengharukan Ini
Menurut Benny Rhamdani, program hilirisasi industri yang dijalankan Presiden Jokowi selama tiga tahun terakhir ini mengancam kedaulatan ekonomi Amerika.
"Rocky Gerung ini antek, gerombolan Amerika untuk menghancurkan Jokowi, karena Amerika tidak setuju dengan kebijakan hilirisasi Jokowi, mereka tidak setuju Indonesia mengelola bahan mentah sendiri," kata Benny Rhamdani kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Kamis (3/8/2023).
"Mereka ingin sumber daya alam kita semuanya disetor secara mentah, artinya bahwa ekonomi kita tidak akan dibuat berdaya, Indonesia tidak bisa dibuat berkembang sebagai negara maju," sambungnya.
Baca Juga: Sebut Jokowi Bajingan Tolol, Benny Rhamdani ke Rocky Gerung : Berani Gak Bilang Gitu Itu ke Prabowo dan SBY
Wakil Ketua Umum Partai Hati Nurani (Hanura) itu lantas flash back pada kasus lengsernya Presiden Soekarno kala itu.
Benny Rhamdani mengatakan, hal tersebut adanya campur tangan Amerika lantaran Presiden pertama Indonesia itu dianggap tidak mewakili kepentingan ekonomi dan politik negara adidaya itu.
"Ingat pada saat Soekarno dikudeta karena Soekarno dianggap tidak mewakili kepentingan Amerika begitu juga dengan Jokowi tidak mewakili kepentingan Amerika dan negara-negara besar, sehingga Jokowi harus dijatuhkan," ucapnya.
Baca Juga: Ini Link Live Streaming PSM vs Persik 3 Agustus: Duel Seru di GBH
Benny Rhamdani menduga ada tiga sekenario besar yang dicoba dijalankan oleh Amerika untuk menghancurkan Presiden Jokowi.
"Pertama Jokowi dicoba untuk digagalkan menjadi presiden pada Pilpres 2019, dan sekenario besar ini gagal, Presiden Jokowi berhasil terpilih dengan suara mayoritas,"
"Yang kedua, bagaimana Jokowi dikudeta atau diturunkan di tengah jalan, tapi mereka tau persis bahwa ini akan gagal, mereka akan masuk kepada sekenario bagaimana melegitimasi dengan penghinaan melalui kalimat bajingan tolol Rocky Gerung," tuturnya.
Baca Juga: Sambut HUT RI Ke-78, Rutan Tangerang Gelar PORSENAP Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan
Sebelumnya, Pengamat Politik Rocky Gerung dilaporkan oleh sejumlah kelompok pendukung Presiden Joko Widodo ke Bareskrim Polri, Senin (31/7/2023) malam.
Pelaporan itu dilakukan atas buntut dugaan penghinaan Presiden Jokowi atas video yang viral dalam sebuah acara diskusi.
Ketua Barikade 98, Benny Rhamdani yang juga merupakan Ketua BP2MI, mewakili sejumlah kelompok relawan untuk melaporkan Rocky.
Baca Juga: Link Live Streaming Australian Open 2023 Babak 16 Besar: Prifad, Ginting, Fajri Hingga The Daddies
Benny menilai ucapan Rocky dalam sebuah acara diskusi yang viral di media sosial telah menghina Jokowi sebagai presiden.
"Hari ini kita melihat video Rocky Gerung, yang menyatakan 'Jokowi ba***an t**l,' dan ini adalah pernyataan yang bisa dikategorikan penghinaan, terhadap Presiden," kata Benny saat ditemui wartawan di Bareskrim Polri.
Dalam laporkan yang dilayankan, Benny turut menyertakan sejumlah bukti dari kasus Rocky sebelumnya.
Baca Juga: Samai Rekor Blackpink, NewJeans Debut di Peringkat 1 Album Billboard 200
Rocky dinilai sudah mencoreng martabat kelala negara dengan melontarkan hinaan kepada orang tertentu.
"Sebenarnya banyak (bukti) dari kasus-kasus sebelumnya,"
"Rocky ini sudah sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang bersifat serangan-serangan pribadi, penghinaan, nah ini akan kita tambahkan untuk memperkuat laporan kita ke Mabes Polri," tutur Benny. ***



