POJOKSATU.id - Kepergian mendadak Benny Indra Ardianto, Wakil Bupati Klaten, pada 7 Februari 2026, memicu duka mendalam sekaligus rasa penasaran publik terhadap rekam jejak dan perjalanan kariernya.
Sosok muda berusia 33 tahun itu dikenal sebagai figur ambisius yang tengah berada di puncak produktivitas ketika kabar wafatnya diumumkan pemerintah kabupaten.
Benny lahir di Klaten pada 14 April 1992 dan tumbuh sebagai generasi muda daerah yang aktif di dunia usaha.
Baca Juga: BKPSDM Depok Ungkap Alasan SK 2.600 PPPK Paruh Waktu Belum Dibagikan, Ini Penyebabnya
Sebelum masuk politik, ia lebih dulu dikenal sebagai pengusaha sukses.
Ia memimpin PT Benny Putra Mandiri, perusahaan yang bergerak di distribusi elpiji 3 kilogram, usaha kuliner, dan sejumlah lini bisnis lain di wilayah Delanggu.
Rekam jejaknya di sektor usaha membuat namanya cepat dikenal, terutama di kalangan komunitas UMKM dan pengusaha pertashop Jateng–DIY.
Tak hanya fokus pada bisnis, Benny juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.
Ia terlibat dalam komunitas penggilingan padi dan beras (KPPB) serta sering memberi dukungan pada kegiatan kemasyarakatan di tingkat desa.
Kedekatannya dengan warga inilah yang kemudian membuka jalannya menuju panggung politik.
Baca Juga: BKPSDM Depok Ungkap Alasan SK 2.600 PPPK Paruh Waktu Belum Dibagikan, Ini Penyebabnya
Pada 2024, Benny resmi maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Hamenang Wajar Ismoyo.
Pasangan ini diusung koalisi besar partai politik, termasuk Gerindra, PDIP, PKB, PAN, PPP, NasDem, Perindo, dan Gelora.
Popularitas Benny di kalangan pemilih muda menjadi salah satu faktor penting kemenangan pasangan ini pada Pilkada 2024.
Setelah ditetapkan KPU pada awal 2025, keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Klaten untuk periode 2025–2030.
Di pemerintahan, Benny dikenal aktif turun ke lapangan.
Baca Juga: BKPSDM Depok Ungkap Alasan SK 2.600 PPPK Paruh Waktu Belum Dibagikan, Ini Penyebabnya
Ia meresmikan proyek infrastruktur, mendampingi kegiatan sosial, hingga menghadiri program pembinaan masyarakat.
Tahun 2025, mobil dinas yang ditumpanginya sempat terlibat kecelakaan, namun ia tidak mengalami luka serius.
Aktivitasnya sebagai pejabat publik berlangsung intens hingga menjelang kabar duka yang datang mendadak pada 7 Februari 2026 setelah menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Baca Juga: BKPSDM Depok Ungkap Alasan SK 2.600 PPPK Paruh Waktu Belum Dibagikan, Ini Penyebabnya
Kini, rekam jejak dan dedikasinya kembali disorot.
Sosok muda yang digadang-gadang sebagai calon pemimpin masa depan Jawa Tengah itu pergi ketika visinya untuk membangkitkan ekonomi Klaten baru saja berjalan.
Kepergian Benny bukan hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan tanda tanya besar bagi masyarakat yang masih sulit percaya atas kabar perginya begitu cepat.***




